SuaraKaltim.id - Tak semua makanan bergizi cocok dikonsumsi kapan saja. Meski kaya nutrisi, beberapa jenis makanan justru dapat memicu masalah kesehatan jika dikonsumsi sebagai makan malam.
Fakta ini disampaikan oleh para ahli gizi yang menyoroti pentingnya waktu makan dalam menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Dalam laporan Indian Express, dikutip dari Antara, ahli gizi, Sakshi Lalwani, memperingatkan bahwa ada sejumlah makanan sehat yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat malam hari.
Jika tetap dikonsumsi, makanan-makanan tersebut bisa mengganggu pencernaan dan bahkan kualitas tidur.
Senada dengan itu, Kepala Ahli Gizi Rumah Sakit Gleneagles Lakdi Ka Pul, Hyderabad, India, Dr. Bhavana P, menjelaskan bahwa makan malam sehat sebaiknya terdiri dari makanan yang ringan, mudah dicerna, dan dikonsumsi paling lambat dua jam sebelum tidur.
"Jenis makanan tertentu memang sehat, tetapi jika dikonsumsi di waktu yang tidak tepat seperti malam hari, justru bisa menimbulkan gangguan metabolisme dan tidur," ujar Bhavana.
Berikut adalah 7 makanan bergizi yang sebaiknya dihindari saat makan malam:
1. Bayam
Bayam dikenal kaya akan zat besi dan serat, namun kandungan ini justru membuatnya sulit dicerna saat malam hari. Serat yang tinggi dapat memperlambat proses pencernaan, menyebabkan kembung, dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat tidur.
“Bayam sangat baik dikonsumsi pagi atau siang. Di malam hari, seratnya justru membuat pencernaan bekerja lebih keras,” jelas Bhavana.
2. Buah dan Jus Buah
Meski terkesan ringan dan menyegarkan, konsumsi buah dan jus pada malam hari justru tidak disarankan.
Kandungan gula alami dalam buah dapat menyebabkan lonjakan energi dan mengganggu pola tidur.
Apalagi jus buah yang biasanya kehilangan serat, menyebabkan penyerapan gula lebih cepat.
Di samping itu, menurut data dari Harvard Medical School, konsumsi gula berlebih di malam hari bisa memicu gangguan insulin dan meningkatkan risiko obesitas.
3. Mentimun dan Bit
Mentimun memiliki kandungan air yang tinggi, sedangkan bit kaya nutrisi. Namun di malam hari, keduanya bisa memperlambat pencernaan.
Terutama mentimun yang dapat menyebabkan sering buang air kecil, sehingga tidur menjadi tidak nyenyak.
4. Kecambah
Kecambah seperti tauge atau kacang-kacangan mengandung serat dan protein tinggi. Tapi jika dikonsumsi saat makan malam, kecambah dapat memicu produksi gas berlebih dan membuat perut terasa tidak nyaman. Ini berpotensi menimbulkan gangguan tidur.
5. Dadih
Dadih adalah produk fermentasi susu seperti yogurt. Meski menyehatkan dan kaya probiotik, mengonsumsinya di malam hari justru bisa memicu produksi lendir di saluran pencernaan dan menyebabkan gas.
Ahli menyarankan untuk mengonsumsi dadih di siang hari agar manfaatnya lebih optimal.
6. Makanan Gorengan atau Berlemak
Makanan berlemak seperti gorengan sangat sulit dicerna, terutama di malam hari. Lemak memperlambat pergerakan makanan di saluran pencernaan, meningkatkan risiko refluks asam lambung, dan menyebabkan rasa begah.
Studi dari National Sleep Foundation menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak di malam hari berdampak negatif pada kualitas tidur.
7. Makanan Berempah
Rempah-rempah memang meningkatkan cita rasa makanan, namun senyawa aktif di dalamnya seperti capsaicin bisa mengiritasi lambung dan memicu naiknya asam lambung. Inilah alasan mengapa makanan pedas atau berbumbu tajam lebih baik dikonsumsi siang hari.
Pola Makan Malam Sehat Perlu Disesuaikan
Mengingat dampak negatif dari konsumsi makanan-makanan tersebut pada malam hari, para ahli gizi menyarankan untuk memilih menu makan malam sehat seperti sup sayuran ringan, telur rebus, nasi merah dengan lauk rendah lemak, atau oatmeal. Selain mudah dicerna, menu ini juga membantu menjaga kualitas tidur.
Waktu makan juga tak kalah penting. Sebaiknya, makan malam dilakukan minimal dua jam sebelum waktu tidur.
Hal ini membantu tubuh menyelesaikan proses pencernaan lebih optimal dan meminimalisir risiko gangguan metabolik.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan bahwa makan malam yang terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.
Mengatur pola makan tak hanya soal apa yang dimakan, tapi juga kapan makanan itu dikonsumsi.
Meski makanan bergizi seperti bayam, buah, dan kecambah menyehatkan, konsumsinya di malam hari dapat mengganggu pencernaan dan tidur.
Memilih jenis makanan dan waktu makan yang tepat sangat penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Berita Terkait
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Tak Hanya Protes! Begini Cara Orang Tua di Vietnam Pastikan Kualitas MBG untuk Anak-anak
-
Detoks Alami Pasca-Lebaran: 5 Kombinasi Makanan Sehat agar Nutrisi Terserap Maksimal
-
5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!
-
Viral Cut Rizki Pilih Makan Malam Kenyang Ketimbang Sahur, Amankah bagi Kesehatan?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Oknum Polisi Viral Nyetir Sambil Merokok di Banjarmasin Terancam Sanksi
-
Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf
-
Klarifikasi Lagi! Pemprov Ungkap Isu Rehab Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rp25 Miliar
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi