SuaraKaltim.id - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menyatakan keprihatinannya atas kejadian gagal panen kerang darah yang terjadi di Kecamatan Muara Badak, khususnya di Desa Tanjung Limau, selama musim hujan kali ini.
Perusahaan memahami dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat, terutama para petani kerang darah yang menggantungkan hidup dari hasil panen tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen sosial, perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menyalurkan bantuan kepada petani yang terdampak sejak Maret 2025 lalu.
Hal itu disampaikan Dony Indrawan, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia. dalam keterangan resminya, yang diterima melalui aplikasi pesan instan, Minggu, 8 Juni 2025.
“Perusahaan memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat, dan sebagai anggota masyarakat yang baik, kami turut memberikan dukungan nyata melalui kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujar Dony.
Sementara itu, hingga kini PHI masih menanti hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Mei 2025 lalu.
Perusahaan menyatakan belum dapat memberikan tanggapan resmi sebelum keputusan dari pihak kementerian diterbitkan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional hulu migas yang dijalankan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perusahaan senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dalam proses ini dan akan menghormati keputusan KLH sebagai wujud komitmen untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan,” tegas Dony.
Baca Juga: Jam Bentong Hidup Lagi Lewat Sentuhan Teknologi dan Konsep Digital
PT Pertamina Hulu Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga praktik operasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, termasuk dalam mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Hasil Panen Hilang, Hidup Terguncang: Derita 299 Nelayan
Setelah melalui penyelidikan panjang, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq akhirnya menyatakan bahwa PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) terbukti mencemari kawasan pesisir Muara Badak, Kalimantan Timur (Kaltim).
Investigasi yang dilakukan oleh tim dari Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) telah rampung.
"Iya, sudah ada hasil dari tim PPKL [Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan]," kata Hanif, Kamis, 5 Juni 2025, dikutip Sabtu, 7 Juni 2025, KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com.
Walau laporan final dari tim penegakan hukum (Gakkum) belum dirilis sepenuhnya, Hanif menegaskan keterlibatan PHSS dalam insiden pencemaran yang menghantam keras sektor budidaya kerang darah di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air