SuaraKaltim.id - Warga Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda diguncang peristiwa memilukan pada Jumat, 25 Juli 2025 sore.
Suasana yang sebelumnya tenang mendadak berubah mencekam setelah dua bocah laki-laki, masing-masing berusia lima dan dua tahun, ditemukan meninggal dunia di rumah mereka sendiri.
Tragedi ini menjadi semakin memilukan karena pelaku utama diduga adalah ayah kandung mereka sendiri, berinisial W (24). Diduga kuat, pelaku tengah berada dalam kondisi psikis yang tidak stabil.
Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Yohanes Bonar Adiguna, mengonfirmasi kejadian tragis ini. Saat ini, pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian setempat.
“Pelaku sudah berada di polsek untuk pengamanan. Tapi pemeriksaan belum bisa kami lakukan secara mendalam karena yang bersangkutan menunjukkan tanda-tanda tidak stabil secara mental. Ada dugaan pengaruh obat-obatan, tapi hal ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” jelas AKP Bonar, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu, 27 Juli 2025.
Insiden ini pertama kali diketahui warga sekitar selepas waktu salat Ashar, ketika terdengar jeritan dan tangisan histeris dari rumah yang berlokasi di Jalan Rimbawan 1, Gang Bakhrie 1, RT 33.
Warga yang bergegas memeriksa situasi dengan mendobrak pintu rumah, mendapati pemandangan yang mengerikan: dua balita sudah tak bernyawa.
Selain korban anak, seorang perempuan lanjut usia yang disebut sebagai nenek buyut pelaku juga ditemukan dalam kondisi terluka dan lebam, diduga menjadi korban penganiayaan.
Tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian.
Baca Juga: Dari ASN hingga Mahasiswa, 121 Pelaku Narkoba Dibekuk di Penajam Paser Utara
Beberapa barang bukti dikumpulkan, termasuk kain sarung yang diduga digunakan pelaku dalam aksinya.
Seluruh elemen bukti kini dalam proses analisis oleh pihak berwenang.
Jenazah kedua balita telah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani visum dan autopsi.
Sementara sang nenek, yang mengalami luka fisik, kini dirawat intensif di RS Hermina dan dinyatakan dalam kondisi stabil.
AKP Yohanes menuturkan, pihaknya kini fokus menggali lebih jauh latar belakang dan potensi motif dari aksi pelaku.
Sejumlah saksi penting telah dimintai keterangan, termasuk istri dan ibu pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim