SuaraKaltim.id - Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan II-2025 menunjukkan geliat pertumbuhan, meskipun tidak secepat tahun sebelumnya.
Yang menarik, industri pengolahan tampil sebagai motor baru pertumbuhan, mengindikasikan arah pergeseran struktur ekonomi di wilayah yang selama ini dikenal sangat bergantung pada sektor tambang.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Julina, di Samarinda, Selasa, 5 Agustus 2025.
“Ekonomi Kaltim pada triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 tumbuh 4,69 persen (year on year/yoy), dengan lapangan usaha industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,12 persen,” kata Yusniar, disadur dari ANTARA, Kamis, 7 Agustus 2025.
Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Kaltim tercatat sebesar Rp 221,77 triliun atas dasar harga berlaku, dan Rp 147,96 triliun jika dihitung berdasarkan harga konstan.
Namun, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Kaltim kali ini sedikit melambat dari capaian 5,85 persen pada triwulan II-2024.
Meski demikian, pertumbuhan positif masih ditopang oleh mayoritas lapangan usaha yang mencatatkan kinerja baik.
Tiga sektor penyumbang pertumbuhan tertinggi antara lain industri pengolahan (15,12 persen), jasa lainnya (13,96 persen), serta penyediaan akomodasi dan makanan-minuman (9,97 persen).
Sebaliknya, dua sektor penting justru mengalami kontraksi: pertambangan dan penggalian turun 0,13 persen, serta konstruksi yang turun 0,11 persen.
Baca Juga: BK DPRD Kaltim Tegaskan Rapat Daring Sah, Asal Penuhi Kuorum
Padahal, keduanya selama ini dikenal sebagai pilar utama ekonomi Kaltim.
“Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu industri pengolahan dengan pertumbuhan 15,12 persen, lapangan usaha jasa lainnya tumbuh 13,96 persen, kemudian lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 9,97 persen,” katanya pula.
Meskipun industri pengolahan mencatat pertumbuhan pesat, dominasi pertambangan dalam struktur ekonomi Kaltim belum bergeser secara signifikan.
Hingga triwulan II-2025, sektor ini masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 34,11 persen, diikuti oleh industri pengolahan (20,33 persen), konstruksi (11,48 persen), pertanian dan perikanan (9,65 persen), serta perdagangan besar dan eceran (7,54 persen).
“Peranan lima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kaltim mencapai 83,11 persen. Sedangkan total penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan II-2025 secara y-on-y sebanyak 15 lapangan usaha,” kata Yusniar lagi.
Data ini mencerminkan potensi besar sektor non-tambang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim, seiring dengan arah kebijakan nasional yang mendorong hilirisasi dan diversifikasi ekonomi, terutama di wilayah yang selama ini tergantung pada sumber daya alam tak terbarukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas