SuaraKaltim.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) segera memasuki fase penting.
Setelah istana presiden dan kantor kementerian berdiri lebih dulu, kini giliran kawasan legislatif dan yudikatif yang akan dibangun.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan proyek besar ini dimulai dalam hitungan bulan.
Hal itu disampaikan Basuki saat berada di Balai Kota Nusantara, Jumat, 15 Agustus 2025.
“Semua persiapan sudah selesai, pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif akan dimulai akhir Oktober atau paling lambat awal November,” ujar Basuki, disadur dari ANTARA, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Kawasan yang akan menampung DPR/MPR/DPD hingga Mahkamah Agung ini diproyeksikan menjadi penopang lengkap fungsi pemerintahan di ibu kota baru.
Gedung parlemen dirancang di sisi timur Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sementara institusi yudikatif akan berdiri di sisi barat.
Kementerian PUPR menyiapkan dana tambahan Rp 8,1 triliun untuk tahap ini. Pembangunan jalan akses turut dikebut, dengan kontrak senilai Rp 2,9 triliun.
Jalur menuju kompleks legislatif akan membentang 3,7 kilometer, sedangkan proyek akses yudikatif bernilai Rp 1,94 triliun.
Baca Juga: Kunjungan Gubernur Kaltim Disambut Infrastruktur Baru di Kampung Sidrap
Seluruh pekerjaan memakai skema multiyears dengan target 660 hari kalender.
Basuki menegaskan, keberadaan gedung legislatif dan yudikatif adalah prasyarat utama agar pemindahan ibu kota benar-benar berjalan utuh.
“Tidak cukup hanya eksekutif. Harus ada legislatif dan yudikatif yang fungsional,” katanya.
Momentum pengumuman ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 RI.
Otorita IKN menggelar pesta rakyat di Plaza Seremoni, menghadirkan nuansa kebhinekaan dengan ajakan mengenakan pakaian adat Nusantara, termasuk bagi para jurnalis peliput.
Langkah ini sekaligus menegaskan pembangunan tahap II IKN bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya mempercepat hadirnya pusat pemerintahan baru yang mencerminkan semangat kemerdekaan dan persatuan bangsa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa