SuaraKaltim.id - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyoroti adanya perbedaan jumlah penerimaan mahasiswa baru dengan kuota program pendidikan gratis (Gratispol) yang sudah disepakati antara Pemprov dan perguruan tinggi.
Sebagai contoh, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) hanya mendapat alokasi 2.205 penerima Gratispol dari total lebih 3.600 mahasiswa baru yang diterima tahun ini.
Selisih ini muncul karena kampus menerima mahasiswa melebihi kuota yang ditetapkan dalam nota kesepahaman dengan pemerintah.
"Artinya, memang sudah ada kontrak kuota yang disepakati dengan pemerintah. Tapi karena masing-masing universitas menambah jumlah mahasiswa tanpa penyesuaian dengan perjanjian yang ada, maka ini menjadi persoalan. Perlu dicatat, bukan pemerintah yang mengurangi kuota, tetapi pihak kampus yang menambah jumlah mahasiswa di luar kesepakatan," jelas Seno, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Selasa. 26 Agustus 2025.
Menurutnya, Pemprov Kaltim akan membahas persoalan ini lebih lanjut bersama perguruan tinggi yang sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS).
"Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan pihak universitas, karena sebelumnya pihak Kesra (Kesejahteraan Rakyat) sudah membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan masing-masing perguruan tinggi terkait kuota mahasiswa," bebernya.
Meski begitu, pemerintah tidak tinggal diam. Seno memastikan mahasiswa yang belum masuk kuota Gratispol tetap akan mendapat peluang di semester dua.
"Nantinya, pada semester kedua, baru akan kami cover melalui anggaran pemerintah. Ini tentu akan kita diskusikan kembali untuk mencari solusi terbaik tanpa membebani mahasiswa," pungkasnya.
Baca Juga: Seno Aji Imbau Kampus Tak Naikkan UKT di Tengah Program Gratispol
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pondok Modern Ibadurrahman Gugat Kemenag, Nilai Pencabutan NSP Cacat Prosedur
-
Helmi Abdullah Ungkap Pesan Khusus Prabowo, Isyarat Maju Pilkada Samarinda?
-
BRI dan Danantara Jadi Penyumbang Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia
-
BRI Hadirkan ORI030, Investasi Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Perkuat Proteksi Rekening demi Menjamin Keamanan Transaksi Nasabah