SuaraKaltim.id - Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Bontang Selatan mengaku kewalahan menghadapi perilaku seorang guru yang diduga kerap melakukan kekerasan terhadap siswa.
Kasus ini bahkan membuat sejumlah orang tua memutuskan memindahkan anak mereka ke sekolah lain karena khawatir dengan sikap arogan sang guru.
Kepala sekolah menyebut persoalan ini sudah berulang kali mencuat dan turut mencoreng nama baik lembaga pendidikan.
Laporan pun telah disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.
"Ini orang (oknum guru) alasannya punya power. Selalu menjual dekat dengan Wali Kota," ucap Kepala Sekolah, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu, 31 Agustus 2025.
Ia berharap Dinas Pendidikan dapat bertindak tegas, sebab kekhawatiran orang tua semakin besar ketika oknum guru tersebut menjadi wali kelas.
Menurutnya, pola lama yang mengedepankan kekerasan tidak seharusnya lagi dipakai dalam dunia pendidikan.
"Capek mas nanganin kasus ini. Kami bahkan tidak ada harga diri kalau berhadapan dengan oknum guru tersebut," sambungnya.
Lebih jauh, pihak sekolah merasa integritas mereka ikut terganggu hanya karena ulah satu orang guru yang dinilai arogan dan sulit diarahkan.
Baca Juga: Iseng Lapor Kebakaran, Warga Bontang Terancam Jerat UU ITE
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Potret Rumah Eko Patrio Seharga Rp150 Miliar, Ada Rooftop Pool di Lantai 4
- Rumah Ahmad Sahroni Dijarah Massa, Bocah Pamer dapat Jam Tangan Rp 11 Miliar
- Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Mundur dari Anggota DPR RI
- Kronologi Penangkapan Mahasiswa Unri Khariq Anhar di Jakarta
- Rumah Sahroni Digeruduk, Nilai SMP Dibongkar! Karma 'Orang Tolol Sedunia'?
Pilihan
-
Detik-detik Sandy Walsh Cetak Gol Perdana di Buriram United
-
Persib Los Galaticos: Selain Eliano Reijnders, Maung Bandung Rekrut Striker Prancis
-
Durasi Kontrak Eliano Reijnders di Persib Bandung, Resmi Jadi Bagian Skuad Pangeran Biru
-
Selamat Tinggal Calvin Verdonk, Perpisahan Lawan Klub Justin Hubner Besok
-
Calvin Verdonk Resmi ke Ligue 1, Gabung LOSC Lille dari NEC Nijmegen
Terkini
-
BI Kaltim Dorong Ekonomi Digital, QRIS Tembus Rp5,9 Triliun
-
Gerbang IKN Harus Kondusif, Pemkot Balikpapan Siap Jalankan Arahan Mendagri
-
Disdikbud Kaltim Larang Siswa SMA/SMK Ikut Demo, Sekolah Diminta Awasi Ketat
-
Polisi Cek Tambang Marangkayu, Hanya Tinggalkan Bekas Galian
-
IKN Tak Bisa Sendiri, Kubar Tegaskan Peran Strategis dalam Penurunan Emisi