SuaraKaltim.id - Sengketa tanah di kawasan Pantai Lango, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi tuntas.
Mahkamah Agung (MA) menolak upaya hukum yang diajukan Kamaruddin Ibrahim dan menegaskan bahwa tanah seluas 12.260 meter persegi itu sah milik PT Karya Sejati Readymix Borneo.
Kuasa hukum PT Karya Sejati Readymix Borneo, Honwi Sabu, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima salinan putusan kasasi MA dengan nomor perkara 3144 K/Pdt/2024 tertanggal 21 Agustus 2024.
Putusan tersebut menguatkan keputusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur yang lebih dulu memenangkan pihak perusahaan.
“Putusan kasasi di MA teregister dengan nomor: 3144 K/Pdt/2024 tertanggal 21 Agustus 2024. Dalam putusan tersebut, menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kalimantan Timur yang menyatakan klien kami adalah pemilik yang sah dari tanah tersebut,” tegasnya, dikutip dari keterangan yang diperoleh melalui aplikasi pesan instan, Selasa, 2 September 2025.
Lebih jauh, Honwi menjelaskan bahwa perkara ini kini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) setelah tidak ada lagi upaya hukum dari pihak lawan.
“Hal ini menegaskan bahwa perkara tersebut telah inkracht dan tidak dapat diganggu gugat,” ucapnya.
Sebelumnya, sengketa ini bermula dari gugatan perdata nomor 4/Pdt.G/2023/PN Pnj, di mana Kamaruddin mengklaim memiliki tanah di lokasi yang kini dilalui akses menuju Jembatan Pulau Balang.
Namun hakim menilai alas hak yang dimiliki penggugat hanyalah tanah garapan, bukan kepemilikan sah.
Baca Juga: 34 Perusahaan Ikut Forum TJSL, Pemkab PPU Jaga Keselarasan CSR dengan Agenda IKN
Di Pengadilan Negeri (PN) PPU, gugatan itu bahkan dinyatakan niet ontvankelijk verklaard (NO) atau tidak dapat diterima karena cacat formil.
Kamaruddin sempat melanjutkan banding ke Pengadilan Tinggi Kaltim (nomor perkara 152/Pdt.G/2023/PT.Smr) dan kemudian kasasi ke MA. Namun kedua upaya hukum itu tetap berujung kekalahan.
Kini, berdasarkan sertipikat hak guna bangunan (SHGB) nomor 11, tanah tersebut sah dimiliki oleh PT Karya Sejati Readymix Borneo, bahkan sebagian sudah mendapat konsinyasi ganti rugi dari pemerintah RI terkait pembangunan infrastruktur strategis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla