SuaraKaltim.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan pengelolaan dana hibah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) periode 2023 lalu.
Sejumlah saksi dipanggil, termasuk mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase.
Basri hadir di Kejati Kaltim pada Selasa, 9 September 2025 untuk memberikan keterangan karena kapasitasnya sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) periode 2021–2025.
“Iya tadi dimintai keterangan, sebentar saja, tidak sampai satu jam,” ucapnya di Kantor Kejati Kaltim, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com.
Ia mengakui posisinya di Kormi membuat dirinya ikut dimintai keterangan oleh penyidik.
Meski tak mengingat detail jumlah pertanyaan yang dilontarkan, Basri memastikan proses pemeriksaan berlangsung tanpa kendala.
“Bagus saja, lancar pemeriksaannya,” tegasnya.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, menyebutkan bahwa pada hari yang sama terdapat empat saksi dari unsur organisasi olahraga yang diperiksa.
“Ada 4 orang hari ini yang dimintai keterangan,” jelas Toni.
Baca Juga: Nadiem Makarim: Izinkan Saya Kembali ke Keluarga Saya
Ia menambahkan, seluruh saksi yang dipanggil masih memiliki keterkaitan dengan alur dana hibah DBON yang sedang diusut.
Sebelumnya, Kejati Kaltim juga sudah memeriksa sejumlah pejabat dan pengurus DBON, di antaranya Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Ketua DBON Zairin Zain, Bendahara DBON sekaligus Sekretaris Dispora Kaltim Sri Wartini, serta pengurus DBON Setia Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
38 SPPG di Kaltim Belum Punya IPAL, Auto Kena Evaluasi!
-
Penemuan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Kaltim Ingin PI 10 Persen
-
KPK Datangi Kantor Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Ada Apa?
-
Rudy Mas'ud Dinilai Tak Paham Hukum, Klaim Punya Hak Prerogatif Seperti Presiden
-
Rudy Mas'ud soal Adik Kandungnya Jadi Tim Ahli Gubernur: Itu Hak Prerogatif