SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai melibatkan badan usaha milik desa (Bumdes) dan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat pedesaan.
Keduanya didorong mengambil peran dalam pengelolaan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) atau sumur bor desa di wilayah yang sebagian daerahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pemerintah kabupaten mendorong pemerintah desa melalui Bumdes dan KMP terlibat dalam pengelolaan Pamsimas untuk perluasan layanan air bersih,” ujar Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, Selasa, 9 September 2025, disadur dari ANTARA, Sabtu, 13 September 2025.
Sejauh ini, pemerintah daerah menyiapkan pengaktifan empat unit Pamsimas di Kecamatan Sepaku, Penajam, dan Babulu.
Nantinya, Bumdes dan KMP akan menjadi pengelola langsung, sementara Perumda Air Minum Danum Taka hanya berperan sebagai pendamping teknis.
“Pengelolaan empat unit Pamsimas dikelola langsung Bumdes dan KMP, sedangkan Perumda Air Minum Danum Taka sebatas pendamping,” tambah Rasyid.
Namun, empat unit Pamsimas itu masih menghadapi kendala infrastruktur.
Belum ada jaringan pipa distribusi maupun instalasi pengolahan air minum yang memadai.
Untuk membangun satu unit jaringan pipa, biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.
Baca Juga: IKN Butuh Penyangga Sehat, PPU Targetkan 28 Persen Sampah Berkurang 2025
Karena itu, total kebutuhan dana untuk mengoptimalkan empat Pamsimas diperkirakan menelan Rp 8 miliar.
Pemerintah daerah, Perumda, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pun menjajaki kolaborasi pembiayaan agar program bisa segera berjalan.
Sosialisasi kepada kepala desa, lurah, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), serta pengurus Bumdes dan KMP juga tengah dilakukan, guna memastikan peran aktif mereka dalam mempercepat pengoperasian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026