-
DPR desak pemerintah tunda ekspor emas sampai kebutuhan dalam negeri terpenuhi, usulan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.
-
Antam kesulitan pasokan emas meski Indonesia berpotensi produksi 90 ton per tahun; tambang Antam di Pongkor hanya menghasilkan 1 ton, sementara penjualan 2024 mencapai 43 ton.
-
Antam harus impor 30 ton emas dari Singapura dan Australia karena tidak ada aturan yang mewajibkan perusahaan tambang menjual ke BUMN; Ardianto menegaskan Antam tidak pernah mengekspor emas.
SuaraKaltim.id - Komisi VI DPR RI menyoroti persoalan pasokan emas di dalam negeri yang dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), agar segera menunda ekspor emas.
“Komisi VI DPR RI meminta kementerian terkait Perdagangan dan Perindustrian untuk menunda ekspor emas sampai kebutuhan dalam negeri terpenuhi,” ujar Andre dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), di Senayan, Jakarta, Senin, 29 September 2025, disadur dari ANTARA.
Desakan tersebut muncul setelah Antam menyampaikan kesulitannya memperoleh pasokan emas dari dalam negeri.
Padahal, menurut Direktur Utama Antam Achmad Ardianto, Indonesia berpotensi memproduksi hingga 90 ton emas per tahun.
Namun, karena tidak ada aturan yang mewajibkan perusahaan tambang menjual produknya ke Antam, BUMN tersebut kerap kesulitan memenuhi permintaan pasar domestik.
Tambang emas Antam di Pongkor, Jawa Barat, misalnya, hanya menghasilkan sekitar 1 ton emas per tahun.
Sementara pada 2024, realisasi penjualan emas Antam mencapai 43 ton, dengan target tahun ini naik menjadi 45 ton.
Akibat minimnya produksi internal, Antam terpaksa mengimpor sekitar 30 ton emas dari Singapura dan Australia.
Baca Juga: UMR Rp 8,5 Juta dan Hapus Outsourcing, Tiga Tuntutan Buruh di Depan DPR
“Sebagian (perusahaan tambang) menjual ke perusahaan perhiasan, tetapi ada juga yang diekspor, karena memang peraturannya tidak meng-encourage orang untuk jual (emas) di dalam negeri,” jelas Ardianto.
Ia juga menegaskan bahwa Antam sama sekali tidak melakukan ekspor emas.
“Antam tidak pernah mengekspor emas. Yang mengekspor emas itu adalah perusahaan-perusahaan (tambang lain) yang ada di Indonesia,” ujarnya menegaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Sumowono, Desa Sayur Berdaya dan Inovatif yang Berkembang Bersama BRI
-
XL ULTRA 5G+ dan Ookla Buktikan Internet 5G Tercepat di Indonesia
-
Dari Lontar ke Ekonomi Kuat: Desa Hendrosari Tumbuh Pesat Berkat Program Desa BRILiaN
-
Desa Tompobulu Melaju sebagai Desa BRILiaN Berkat Inovasi, UMKM, dan Dukungan Digitalisasi
-
5 Rekomendasi Mobil Kecil Bekas untuk Wanita: Tawarkan Gaya, Praktis dan Efisien