-
Dinas Kesehatan PPU meminta peserta didik dan orang tua melaporkan alergi makanan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan sesuai kebutuhan gizi.
-
Informasi alergi akan diteruskan ke dapur umum MBG (SPPG) untuk penyesuaian menu, sementara petugas dapur mendapat pelatihan kebersihan dan sanitasi.
-
Program MBG di Kecamatan Penajam dan Sepaku—wilayah yang masuk dalam kawasan IKN—dilaporkan berjalan baik dengan pengawasan rutin dari Dinkes PPU.
SuaraKaltim.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menekankan pentingnya peran aktif peserta didik dan orang tua dalam menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satunya dengan melaporkan kondisi alergi makanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan selama distribusi makanan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Jensje Grace Makisurat, Jumat, 10 Oktober 2025.
"Peserta didik diminta memberikan informasi ke sekolah apabila alergi makanan tertentu," ujarnya, disadur dari ANTARA, Rabu, 15 Oktober 2025.
Ia menambahkan, pelibatan orang tua juga sangat diperlukan.
"Orang tua juga diminta ikut melaporkan kepada tenaga pendidik atau guru apabila anaknya memiliki alergi makanan tertentu," tambahnya.
Laporan tersebut, lanjut Grace, akan diteruskan pihak sekolah ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG agar menu anak disesuaikan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan aman dan sesuai kebutuhan gizi anak-anak di wilayah yang sebagian daerahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.
Selain itu, petugas di dapur MBG juga dibekali pelatihan tentang standar kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Restui Proyek Besar di PPU, Penopang Infrastruktur IKN Mulai Bergerak
"Seluruh petugas di SPPG diberi pelatihan menjaga kebersihan dan higienis dalam pengolahan makanan," jelasnya.
Grace menuturkan, hasil pantauan di Kecamatan Sepaku dan Penajam menunjukkan pelaksanaan program MBG berjalan baik.
Saat ini terdapat tiga SPPG aktif di PPU—dua di Kecamatan Penajam dan satu di Kecamatan Sepaku—yang menyalurkan porsi makanan bergizi yang diakomodasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dinas Kesehatan PPU juga rutin melakukan pengawasan ke dapur-dapur MBG untuk memastikan setiap proses pengolahan makanan memenuhi standar gizi dan higienitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat
-
Gubernur Kaltim Pecat Ajudannya yang Arogan, Sampaikan Permintaan Maaf
-
Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif
-
Gubernur Rudy Mas'ud Lantik 9 Pejabat di Tengah Kontroversi Ajudan dan Singapura
-
Kronologi Perempuan di Samarinda Bakar Ruko Gegara Kesal Gaji Tak Naik-naik