-
- Investor lokal asal Samarinda siap menggarap lahan pertanian di Desa Babulu Laut, Penajam Paser Utara, dengan sistem pertanian modern berbasis teknologi.
- Pemerintah daerah berharap investasi ini meningkatkan produktivitas pangan dan mendukung ketahanan pangan, terutama bagi wilayah yang menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
- Lahan digarap dengan konsep pertanian organik, melibatkan petani lokal sebagai tenaga kerja agar mereka dapat menerapkan teknologi ramah lingkungan secara berkelanjutan.
SuaraKaltim.id - Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan kemajuan dengan hadirnya investor lokal asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Investor tersebut berencana mengelola lahan pertanian di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, menggunakan sistem pertanian modern berbasis teknologi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, Kamis, 9 Oktober 2025.
“Salah satu investor asal Samarinda berminat menggarap lahan pertanian di Desa Babulu Laut,” ujarnya, disadur dari ANTARA, Rabu, 15 Oktober 2025.
Menurutnya, investor itu akan menerapkan pendekatan modern yang didukung dengan penggunaan alat-alat pertanian canggih.
“Investor itu menggunakan sistem pertanian modern yang ditunjang dengan alat pertanian modern,” tambahnya.
Masuknya investasi di bidang pertanian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pangan di wilayah tersebut.
“Sehingga juga dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan kabupaten maupun nasional,” katanya.
Dinas Pertanian PPU mencatat, luas lahan produktif tanaman padi mencapai sekitar 14.070 hektare, dengan dua kali musim panen setiap tahun.
Baca Juga: PPU Pacu Akses Air Bersih di Sekitar IKN Lewat Skema Pamsimas Desa
Pada 2024, total produksi padi menembus 50.672 ton gabah kering panen (GKP), sedangkan musim tanam pertama 2025 menghasilkan sekitar 24.500 ton GKP.
Pemerintah daerah pun terus berupaya mengoptimalkan hasil panen melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih efisien bagi daerah yang sebagian wilayahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.
Menariknya, investor tetap melibatkan pemilik lahan sebagai tenaga kerja dalam pengelolaan lahan yang digarap.
Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani lokal dalam memahami konsep pertanian organik dan penerapan teknologi ramah lingkungan.
Lahan-lahan yang dikelola pihak investor akan difokuskan pada pengembangan padi organik, sebagai langkah percontohan menuju pertanian berkelanjutan.
“Investor mengembangkan padi organik, jadi pupuk dan pestisida menggunakan bahan organik,” ucapnya.
Adapun lahan milik warga yang sebelumnya belum digarap akan disewa oleh pihak investor.
Proses penandatanganan kontrak kerja sama kini tengah berlangsung.
Dengan pola ini, diharapkan kolaborasi antara investor dan petani dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas praktik pertanian ramah lingkungan di PPU.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
KPK Ingatkan Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
Mobil Dinas Suami Rp8,5 Miliar, Gaya 'Noni Belanda' Sarifah Suraidah Jadi Omongan
-
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Unggahan Istri Gubernur Kaltim Singgung Kedengkian
-
Sindiran Menohok Warnai Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Rudy Mas'ud