-
RSUD AWS Samarinda berencana memanfaatkan Hotel Atlet sebagai tempat singgah sementara bagi pasien stabil dan keluarga dari luar kota untuk meningkatkan kenyamanan selama masa perawatan.
-
Rumah sakit tengah menyiapkan kerja sama operasional dengan pengelola hotel, termasuk sistem keamanan, layanan antar-jemput, dan pemantauan medis ringan agar pasien tetap aman di luar bangsal utama.
-
Skema tarif dan kemungkinan subsidi sedang dikaji agar fasilitas tersebut tetap terjangkau, sekaligus menjadi model inovasi sosial berbasis empati dan efisiensi layanan kesehatan di Kaltim.
SuaraKaltim.id - Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda tengah mengkaji langkah inovatif untuk meningkatkan kenyamanan pasien, terutama bagi mereka yang datang dari luar kota.
Rumah sakit rujukan terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim) itu berencana memanfaatkan Hotel Atlet yang berada di dalam kompleks rumah sakit sebagai tempat singgah sementara bagi pasien stabil dan keluarga mereka.
Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, mengatakan gagasan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana banyak pasien dari kabupaten atau kota lain harus menetap lama di Samarinda untuk menunggu tindakan medis lanjutan.
“Ada pasien yang sebenarnya sudah stabil, hanya menunggu jadwal kemoterapi atau tindakan lanjutan. Mereka tetap perlu berada di dekat rumah sakit agar mudah dipantau. Karena itu, Hotel Atlet bisa menjadi opsi sementara bagi pasien yang berasal dari luar daerah,” ujarnya, disadur dari kaltimetam.id--Jaringan Suara.com, Senin, 27 Oktober 2025.
Indah menjelaskan, pihak rumah sakit kini tengah membahas bentuk kerja sama dengan pengelola Hotel Atlet, termasuk sistem operasional, standar keselamatan pasien, dan penyesuaian fasilitas agar sesuai kebutuhan pasien nonaktif medis.
“Kami sedang menyiapkan sistem pendukung, seperti layanan antar-jemput pasien dan pemantauan medis ringan. Dengan begitu, pasien tetap bisa merasa aman walaupun berada di luar bangsal utama,” tuturnya.
Menurutnya, infrastruktur Hotel Atlet sebenarnya masih dalam kondisi baik dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Namun beberapa aspek teknis seperti ketersediaan tenaga medis tambahan dan sistem komunikasi darurat perlu diperkuat agar pelayanan tetap aman dan efisien.
Indah menegaskan bahwa rencana ini bukan untuk menggantikan fungsi medis rumah sakit, melainkan memperluas layanan berbasis empati dan kenyamanan bagi pasien dari luar daerah.
Baca Juga: Kebakaran Guncang Hunian Pekerja Proyek IKN, Penyebab Masih Misteri
“Pemindahan alat medis tidak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut keamanan dan sterilitas. Tapi kalau nanti sudah ada kesepakatan dan kebutuhan mendesak, kami siap menyesuaikan dengan standar yang berlaku,” katanya.
Selain itu, RSUD AWS juga mengkaji skema tarif agar fasilitas tetap terjangkau, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga atau pemberian subsidi bagi pasien kurang mampu.
“Harga sewa dan mekanismenya masih kami bahas dengan pengelola hotel. Prinsipnya, kami ingin fasilitas ini bisa membantu pasien luar kota agar tetap nyaman dan aman selama masa perawatan,” ungkap Indah.
Langkah RSUD AWS ini mendapat perhatian positif dari masyarakat dan pemerhati layanan publik.
Pemanfaatan aset seperti Hotel Atlet dinilai sebagai bentuk inovasi sosial yang memadukan efisiensi, empati, dan keberpihakan terhadap kebutuhan pasien.
Dengan meningkatnya jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah seperti Kutai Timur (Kutim), Berau, hingga Mahakam Ulu (Mahulu), inisiatif ini diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi di Kaltim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
3 Mobil Kecil Bekas dari Ford, Desain Amerika dengan Mesin Terbaik
-
ESDM Kaltim Awasi Langsung Aktivitas Penambang Lindungi Sungai Kelay Berau
-
Kaltim Sebut Gratiskan Biaya UKT 21.903 Mahasiswa Sepanjang 2025
-
5 Mobil Kecil Bekas Dikenal Nyaman untuk Keluarga, Mesin Bertenaga
-
6 Mobil Kecil Bekas Bukan Toyota, Stylish dan Gesit untuk Harian