-
Ribuan ulat bulu menyerang kawasan Taman Bebaya Samarinda, menyebabkan sejumlah warga dan pengunjung mengalami gatal-gatal akibat bulu halus yang terbawa angin.
-
BPBD dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah penyemprotan menggunakan bahan ramah lingkungan.
-
Fenomena ini bersifat musiman, biasanya muncul saat musim hujan, dan pemerintah fokus melakukan pengendalian populasi ulat, bukan pemusnahan total, agar tak berdampak pada kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, tujuan utama dari langkah pemerintah bukan memusnahkan seluruh populasi ulat, melainkan menekan siklus hidupnya agar tidak berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Intinya bukan pembasmian, tapi pengendalian. Kita harapkan ulat bulu ini tidak sempat bertelur lagi dan jumlahnya bisa menurun secara alami,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut