-
Anggota Komisi IV DPR RI Adi Wiryatama mendorong agar Perum Bulog dikembalikan di bawah kendali langsung Presiden untuk memperkuat fungsi stabilisasi harga beras nasional.
-
Wacana tersebut tengah dibahas intensif di pemerintah dan parlemen karena Bulog dinilai memiliki peran vital menjaga ketahanan pangan bagi 80 persen penduduk Indonesia yang bergantung pada beras.
-
Adi menilai jika Bulog menjadi stabilisator harga, lembaga ini bisa membeli beras saat murah dan melepas stok saat harga naik agar petani tidak dirugikan akibat ketimpangan harga dan kenaikan biaya produksi.
SuaraKaltim.id - Anggota Komisi IV DPR RI Adi Wiryatama menilai Perum Bulog perlu dikembalikan di bawah kendali langsung Presiden agar perannya sebagai penjaga stabilitas harga beras nasional bisa lebih optimal.
“Makanya pemerintah atau DPR, kami semua sedang berusaha bagaimana Bulog ini suatu saat nanti menjadi lembaga di bawah presiden yang tugasnya menjadi stabilisator harga,” kata Anggota Komisi IV DPR RI Adi Wiryatama di sela meninjau stok beras di Gudang Bulog Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, dikutip dari ANTARA, Selasa, 28 Oktober 2025.
Menurut Adi, pembahasan wacana pengembalian posisi Bulog sebagai lembaga di bawah presiden kini sedang dibahas secara intensif di tingkat pemerintah dan parlemen.
Langkah itu dinilai penting karena Bulog memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah fluktuasi harga beras yang kerap terjadi.
Mantan Bupati Tabanan itu menegaskan, sekitar 80 persen penduduk Indonesia bergantung pada beras sebagai makanan pokok, sehingga stabilitas harga dan pasokan menjadi sangat krusial.
Adi menjelaskan, apabila Bulog berfungsi penuh sebagai stabilisator harga, lembaga tersebut bisa membeli beras saat harga sedang rendah dan pasokan melimpah, lalu menyimpannya untuk menjaga ketersediaan.
Saat harga melonjak, Bulog bisa melepas stok ke pasar dengan harga terjangkau.
“Kalau tidak begitu, petani beras akan miskin karena harga beras ditentukan HET (harga eceran tertinggi) padahal harga lain naik seperti pupuk. (Bulog) langsung di bawah presiden bagusnya,” ujarnya.
Bulog, yang pertama kali dibentuk pada 1967 sebagai lembaga pemerintah non-departemen, awalnya memang memiliki mandat utama menjaga penyediaan pangan dan stabilisasi harga.
Baca Juga: CEK FAKTA: Prabowo Copot Ratusan Anggota DPR PDIP
Namun sejak 2003, statusnya berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum).
Kini, pemerintah tengah menimbang untuk mengembalikan peran Bulog seperti pada era Presiden Soeharto, ketika lembaga ini berada langsung di bawah koordinasi presiden sebagai garda depan ketahanan pangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI Bersama Holding Ultra Mikro Sudah Layani 33,7 Juta Nasabah Hingga Maret 2026
-
Isu Telan Dana Rp25 M, Pemprov Kaltim Ungkap Rumah Dinas Gubernur Sebelum Renovasi
-
Lampaui Target, Realisasi Investasi Kota Bontang 2025 Tembus Rp3,08 Triliun
-
Nikmati BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun untuk Atur Ulang Cicilan Rumah Agar Cash Flow Lebih Efisien
-
Oknum Guru SLB di Berau Jadi Tersangka Pencabulan 5 Siswi Disabilitas