-
Pemkab Paser mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan pelajar di seluruh wilayah, termasuk daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), mendapat layanan gizi merata.
-
Satgas MBG membuka peluang bagi investor lokal dan lembaga ekonomi daerah seperti koperasi dan BUMDes untuk ikut membangun dapur penyedia makanan bergizi.
-
Pemerintah daerah terus meningkatkan sosialisasi dan memperluas pembangunan dapur MBG di luar Tanah Grogot, guna mempercepat pemerataan layanan dan memperkuat ketahanan gizi pelajar.
SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mempercepat realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jaringan dapur penyedia makanan bagi pelajar penerima manfaat.
Melalui langkah kolaboratif ini, pemerintah daerah menargetkan seluruh pelajar di wilayah Paser dapat segera menikmati layanan makan bergizi secara merata.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Paser, Budi Hartika, menegaskan bahwa program tersebut merupakan prioritas nasional yang harus dijalankan dengan cepat.
Hal itu disampaikannya, saat berada di Paser, Jumat, 31 Oktober 2025.
“Program ini merupakan program prioritas yang harus dilaksanakan dengan cepat. Oleh karena itu, kami tidak bisa bekerja dengan santai. Kami harus mempercepat pelaksanaan pelayanan MBG kepada pelajar sebagai penerima manfaat,” ujarnya, disadur dari ANTARA, Sabtu, 1 November 2025.
Untuk mendukung percepatan itu, Satgas MBG mendorong pengembangan dapur MBG baru di luar Kecamatan Tanah Grogot, agar pelayanan menjangkau wilayah pedesaan dengan penerima manfaat di bawah 1.000 pelajar di daerah yang juga menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Saat ini, sudah ada tiga dapur aktif, dan empat desa telah disetujui untuk pembangunan dapur tambahan.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Satgas juga membuka peluang investasi sosial bagi individu, koperasi, BUMDes, maupun badan hukum yang ingin berpartisipasi dalam penyediaan jasa MBG.
“Kami membuka kesempatan bagi investor, baik individu, koperasi, BUMDes, maupun badan hukum seperti PT dan CV untuk berinvestasi dalam penyediaan jasa MBG di Kabupaten Paser,” jelas Budi.
Baca Juga: Beasiswa Energi Jadi Strategi Pemkab PPU Cetak Tenaga Kerja Andalan untuk IKN
Ia mengakui, rendahnya minat investor sejauh ini disebabkan minimnya sosialisasi.
Karena itu, Satgas mulai gencar menyebarkan informasi melalui media sosial dan pamflet digital agar semakin banyak pihak mengetahui peluang tersebut.
“Kami sudah mulai melakukan penyebarluasan informasi di media sosial dua hari terakhir, dan setelah itu mulai banyak pihak yang menanyakan terkait Dapur MBG,” katanya.
Budi menambahkan, pelaksanaan MBG tetap mengacu pada SK Bupati tentang Desa Terpencil karena Paser tidak termasuk kategori wilayah 3T.
Ia berharap masa pendaftaran investor dapat diperpanjang agar lebih banyak pelaku lokal dapat berpartisipasi.
“Kami berharap ada perpanjangan waktu pendaftaran sehingga lebih banyak investor lokal yang bisa berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Paser,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Harga Emas Melonjak, Pakar Ekonomi Wanti-wanti ke Milenial dan Gen Z
-
Penabrak Jembatan Mahakam Beri Rp27 Miliar untuk Bangun Perisai Pilar
-
Kaltim Matangkan Skema Pengelolaan Karbon untuk Kelestarian Hutan Primer
-
Honda Brio dan Toyota Etios Valco, Mobil Bekas Cocok buat Pegawai Honorer
-
Adu Performa Panther LM vs Kijang LGX: Harga 70 Jutaan, Mana yang Terbaik?