- Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) digelar di Samarinda.
- Acara ini dibuat sebagai strategi menyiapkan generasi muda berdaya saing global.
- Ratusan pelajar dan mahasiswa Samarinda serta sekitarnya mengikuti workshop ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan AYIMUN Samarinda Chapter merupakan ikhtiar strategis pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai program ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
"Kami memberikan apresiasi luar biasa kepada para peserta. Ada sekitar 330 anak muda yang terlibat, ini menunjukkan bahwa generasi Samarinda memiliki minat besar untuk memperluas wawasan global," kata Asli.
Asli menjelaskan Pemerintah Kota Samarinda secara langsung mengambil alih pembiayaan kegiatan ini setelah dilakukan audiensi antara penyelenggara dan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menurut dia, kebijakan tersebut diambil agar kesempatan mengikuti kegiatan internasional dapat diakses lebih luas.
"Pak Wali Kota langsung merespons dan men-support penuh. Bahkan di akhir tahun, kegiatan ini tetap difasilitasi agar bisa terlaksana," ujarnya.
Dari 330 peserta yang mengikuti workshop, sebanyak 150 peserta terbaik akan diseleksi untuk mengikuti AYIMUN Virtual Conference Samarinda Chapter yang digelar pada 20–21 Desember 2025.
Pada tahap ini, peserta akan mengikuti simulasi sidang PBB secara penuh, mulai dari sesi moderasi, unmoderated caucus, hingga penyusunan resolusi.
Dari konferensi virtual tersebut, dua peserta terbaik akan dipilih sebagai Best Delegate dan memperoleh kesempatan mengikuti AYIMUN ke-20 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16–19 Januari 2026. Seluruh biaya keberangkatan dua delegasi tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kota Samarinda.
Asli menyebut dukungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurut dia, ada tiga fondasi penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bertahan di masa depan.
"Pertama penguatan karakter dan moral, kedua penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, dan ketiga kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Semua itu ada di kegiatan ini," kata Asli.
Asli menegaskan AYIMUN bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berbicara di depan publik, berpikir kritis, bernegosiasi, dan bekerja sama lintas budaya.
Pemkot Samarinda, kata dia, memandang kegiatan semacam ini sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing sumber daya manusia daerah.
Keterlibatan puluhan sekolah dan perguruan tinggi menunjukkan kuatnya dukungan dunia pendidikan terhadap pengembangan kapasitas kepemimpinan generasi muda.
Selama workshop, peserta mendapatkan materi penulisan position paper sesuai standar konferensi internasional, pelatihan diplomasi dasar, serta mini simulasi sidang PBB yang membahas isu global aktual. Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dan moderator berpengalaman dari International Global Network.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRI Permudah Investasi Emas Lewat Fitur Toggle Nabung Emas di BRImo
-
Kesal Tak Ditemui Wali Kota, Mahasiswa Paksa Masuk Kantor DPRD Balikpapan
-
Harga BBM Naik Tinggi, Mahasiswa Demo DPRD Balikpapan
-
Kini Nasabah Bisa Pilih 3 Produk Reksa Dana USD Batavia melalui BRImo
-
Proyek Dapur MBG Belum Bayar Rp3,5 Miliar, Pengusaha Mengadu ke Pemprov Kaltim