- Sekitar 40 ribu rumah di Kaltim rusak akibat bencana alam sepanjang 2025.
- Kota Samarinda menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi.
- Total kerugian materiil secara akumulatif mencapai angka Rp40,79 miliar.
SuaraKaltim.id - Sebanyak 40.180 rumah di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kerusakan akibat berbagai bencana alam sepanjang tahun 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyampaikan jika kerusakan itu berbanding lurus dengan bencana hidrometeorologi.
"Angka kerusakan hunian ini berbanding lurus dengan dominasi bencana hidrometeorologi serta kebakaran pemukiman," ujar Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2026).
Buyung menuturkan, pihaknya merinci bahwa banjir dan kebakaran pemukiman menjadi dua jenis bencana yang paling sering terjadi dengan total gabungan 527 kejadian.
Kota Samarinda menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi yang menyumbang 232 insiden atau sekitar 27 persen dari total bencana provinsi.
Data menunjukkan Ibu Kota Kaltim itu mengalami 114 kejadian tanah longsor yang secara spesifik mengancam kawasan padat penduduk di area perbukitan.
Selain kerusakan tempat tinggal, bencana tahun lalu juga menghancurkan 132 kios atau ruko yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat kecil.
Dampak kerusakan infrastruktur publik turut menjadi perhatian serius karena mencakup 59 fasilitas pendidikan dan 23,46 kilometer jalan yang terdampak.
Pusdalops BPBD Kaltim menghitung total kerugian materiil akibat rentetan bencana tersebut secara akumulatif mencapai angka Rp40,79 miliar.
Bencana ini tidak hanya menelan harta benda tetapi juga mengakibatkan 79 korban jiwa meninggal dunia dan 22 orang dinyatakan hilang.
Lonjakan kejadian paling ekstrim terekam pada bulan April 2025 dengan 148 insiden yang terjadi hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Pihaknya kini fokus pada pemetaan ulang zona rawan longsor dan banjir di Samarinda serta Balikpapan untuk meminimalkan dampak tahun ini.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik rumah karena kebakaran pemukiman menempati urutan kedua terbanyak yakni 259 kejadian.
"Kami juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor untuk penanganan pascabencana, dimana ada 162.913 warga yang terdampak bencana bercermin data tahun lalu," kata Buyung.
Dia mengatakan evaluasi terhadap sistem penanggulangan banjir perkotaan dinilai mendesak mengingat bencana tersebut masih menjadi penyumbang angka kejadian tertinggi sebanyak 268 kasus. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Dapat Dana Karbon Rp1,47 Triliun, Pemprov Kaltim Atur Jalur Penyalurannya
-
Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas
-
Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya
-
DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan
-
Balita di Samarinda Meninggal Sesak Napas saat Kabut Asap Karhutla