- Polemik mobil dinas Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud masih menjadi sorotan publik.
- Bahkan, Presiden Prabowo ikut menyentil kendaraan dinas senilai Rp8 miliar tersebut.
- Belakangan, Pemprov Kaltim menyatakan mobil dinas Gubernur Rudy itu dikembalikan.
SuaraKaltim.id - Polemik mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud senilai Rp8 miliar masih menjadi perbincangan meski akhirnya dibatalkan pemerintah daerah.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap pola belanja anggaran daerah termasuk pembelian kendaraan dinas yang dinilai tidak produktif di tengah kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
"Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur?" ujar Prabowo melansir Kaltimtoday.co--jaringan Suara.com.
Presiden Prabowo menyayangkan banyaknya proyek kebutuhan dasar rakyat, seperti jembatan desa, yang terbengkalai hingga harus menunggu intervensi pemerintah pusat.
Kepala Negara mempertanyakan alokasi dana desa dan anggaran provinsi yang seharusnya dikelola oleh bupati serta gubernur.
"Kita buka-bukaan ya. Ada pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar," tegas Presiden dalam sesi tanya jawab di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026).
Prabowo menilai penggunaan anggaran untuk fasilitas mewah pejabat daerah saat ini sangat tidak efisien.
Ia meminta para kepala daerah untuk lebih jujur dan terbuka dalam mengelola APBD agar skala prioritas tetap tertuju pada kesejahteraan masyarakat luas.
Sebagai bentuk teladan, Prabowo membandingkan fasilitas mewah daerah tersebut dengan kendaraan operasional kepresidenan yang ia gunakan.
Dia menegaskan dirinya lebih memilih menggunakan mobil Maung buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih rasional.
"Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta itu. Mungkin karena ini Presiden, ada antipeluru, mungkin jadi Rp1 miliar. Tapi, tidak sampai Rp8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi," tegas Presiden.
Selain masalah kendaraan dinas, Prabowo juga menyentil kebiasaan kunjungan kerja (kunker) yang dinilai tidak esensial.
Ia mengingatkan bahwa tugas utama kepala daerah adalah melayani rakyat, bukan sekadar menghabiskan anggaran untuk kepentingan pribadi atau kegiatan seremonial.
"Habis itu kunjungan kerja-kunjungan kerja, sudahlah itu yang kita minta. Kesadaran, rasa tanggung jawab, iya kan? Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu," tegas Prabowo.
Mobil dinas Gubernur Kaltim dikembalikan
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi