- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merencanakan pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar untuk mendukung tugas kedinasan Gubernur Rudy Mas'ud.
- Rencana tersebut menuai kritik tajam dari Presiden Prabowo Subianto karena dianggap tidak efisien dan melukai sensitivitas kebutuhan masyarakat.
- Akibat tekanan publik dan sorotan nasional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akhirnya memutuskan untuk membatalkan seluruh proses pengadaan kendaraan tersebut.
SuaraKaltim.id - Sebuah polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar telah berkembang dari sekadar kebijakan administratif menjadi sorotan nasional.
Kasus ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengkritik pola belanja pemerintah daerah, menyingkap persoalan lebih luas terkait prioritas anggaran, sensitivitas krisis, hingga konsistensi pejabat publik dalam mengelola uang negara.
Kontroversi ini bermula dari rencana pengadaan satu unit kendaraan dinas mewah jenis SUV hybrid berkapasitas mesin 2.996 cc oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Nilai pengadaan yang mencapai Rp8,5 miliar untuk satu unit kendaraan ini langsung memicu perdebatan sengit, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi tekanan ekonomi global.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, pada awalnya memberikan justifikasi atas pengadaan tersebut. Ia menyebut kendaraan itu diperlukan untuk menunjang tugas kedinasan, khususnya dalam menerima tamu-tamu penting di Jakarta.
Argumen utamanya adalah posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berarti akan banyak menerima kunjungan pejabat atau delegasi global.
“Kaltim termasuk wilayah Ibu Kota Nusantara. Tamu Kaltim itu bukan hanya kepala daerah tapi global. Masa kepala daerah pakai mobil ala kadarnya? Jangan, dong. Jaga, dong, marwahnya Kaltim,” ujar Rudy dalam rapat paripurna DPRD Kaltim, Februari lalu.
Pernyataan tersebut justru menjadi titik awal kritik publik. Argumentasi marwah daerah dinilai tidak sebanding dengan beban anggaran yang harus ditanggung.
Sejumlah pengamat menilai alasan tersebut tidak mencerminkan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan prioritas masyarakat.
Baca Juga: Ucapan Noni Belanda di Forum Elite, Gubernur Kaltim Kembali Jadi Sorotan: Citra Menggeser Program?
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Mulawarman, Saipul, menyebut pengadaan kendaraan dengan nilai fantastis berpotensi menjadi preseden buruk dalam tata kelola anggaran daerah.
Ia mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong efisiensi anggaran jika pada saat yang sama melakukan pembelian barang mewah.
“Bagaimana mungkin bawahan diminta efisien sementara di level atas tidak mencerminkan hal itu,” ujarnya.
Kritik serupa datang dari Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo, yang menilai simbol status tidak relevan dalam menentukan legitimasi seorang kepala daerah.
“Hanya karena pakai kendaraan sederhana tidak akan menghapus statusnya sebagai gubernur,” katanya.
Penjelasan Pemerintah Daerah
Tag
Berita Terkait
-
Ucapan Noni Belanda di Forum Elite, Gubernur Kaltim Kembali Jadi Sorotan: Citra Menggeser Program?
-
Kala Dinasti Politik Rudy Mas'ud Jadi Omongan, Bermula dari Mobil Dinas Mewah
-
Mobil Dinas Mewah Disindir Prabowo, Rudy Mas'ud Ternyata Punya Harta Ratusan Miliar
-
Sempat Jadi Omongan, Gubernur Rudy Mas'ud Kenalkan sang Istri sebagai Noni Belanda
-
Mobil Dinas Gubernur Kaltim Miliaran, Prabowo Singgung Infrastruktur Memprihatinkan
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan