- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merencanakan pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar untuk mendukung tugas kedinasan Gubernur Rudy Mas'ud.
- Rencana tersebut menuai kritik tajam dari Presiden Prabowo Subianto karena dianggap tidak efisien dan melukai sensitivitas kebutuhan masyarakat.
- Akibat tekanan publik dan sorotan nasional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akhirnya memutuskan untuk membatalkan seluruh proses pengadaan kendaraan tersebut.
Penjelasan pemerintah daerah terkait fungsi kendaraan tersebut juga tidak sepenuhnya konsisten. Di satu sisi, gubernur menyebut mobil digunakan untuk menjamu tamu di Jakarta.
Namun di sisi lain, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni sempat menyatakan kendaraan itu dibutuhkan untuk mendukung mobilitas di medan terjal di wilayah kabupaten dan kota.
Perbedaan narasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai dasar kebutuhan sebenarnya. Apalagi, data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menunjukkan spesifikasi kendaraan lebih mengarah pada SUV mewah dengan fitur premium, bukan semata kendaraan operasional lapangan.
Di tengah polemik tersebut, DPRD Kalimantan Timur melalui Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud menyatakan pengadaan telah sesuai prosedur, mulai dari standar biaya hingga mekanisme e-katalog.
Namun ia mengakui tidak mengetahui secara pasti lokasi kendaraan tersebut, apakah berada di Jakarta atau di Kalimantan Timur.
Sementara itu, DPRD juga tengah memproses pengadaan kendaraan dinas baru untuk pimpinan dan alat kelengkapan dewan. Langkah ini kembali menambah sorotan terhadap pola belanja kendaraan dinas di lingkungan pemerintah daerah.
Kritik Presiden, Efisiensi dan Prioritas
Sorotan terhadap kasus ini mencapai puncaknya ketika Presiden Prabowo Subianto menyinggung langsung pembelian mobil dinas kepala daerah dalam forum terbuka di Hambalang, Bogor, 19 Maret 2026.
“Kita buka-bukaan ya. Ada pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Ucapan Noni Belanda di Forum Elite, Gubernur Kaltim Kembali Jadi Sorotan: Citra Menggeser Program?
Tanpa menyebut nama daerah secara eksplisit, pernyataan tersebut secara luas dipahami merujuk pada polemik di Kalimantan Timur.
Presiden menilai belanja semacam itu tidak mencerminkan prinsip efisiensi, terutama ketika masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi.
Ia membandingkan dengan kendaraan dinas kepresidenan yang digunakannya, yakni mobil Maung produksi dalam negeri dengan harga jauh lebih rendah.
“Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung. Harganya Rp700 juta. Mungkin jadi Rp1 miliar dengan perlengkapan khusus. Tapi tidak sampai Rp8 miliar,” ujarnya.
Lebih jauh, Prabowo mengaitkan persoalan ini dengan lemahnya prioritas anggaran di daerah. Ia menyoroti masih banyaknya infrastruktur dasar seperti jembatan desa yang terbengkalai hingga membutuhkan intervensi pemerintah pusat.
“Rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Dana desa ke mana? Bupati ke mana, dana gubernur ke mana?” kata Prabowo.
Tag
Berita Terkait
-
Ucapan Noni Belanda di Forum Elite, Gubernur Kaltim Kembali Jadi Sorotan: Citra Menggeser Program?
-
Kala Dinasti Politik Rudy Mas'ud Jadi Omongan, Bermula dari Mobil Dinas Mewah
-
Mobil Dinas Mewah Disindir Prabowo, Rudy Mas'ud Ternyata Punya Harta Ratusan Miliar
-
Sempat Jadi Omongan, Gubernur Rudy Mas'ud Kenalkan sang Istri sebagai Noni Belanda
-
Mobil Dinas Gubernur Kaltim Miliaran, Prabowo Singgung Infrastruktur Memprihatinkan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA