- Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengklarifikasi terkait anggaran rumah dinas Rp25 miliar.
- Penjelasan ini melengkapi pernyataan sebelumnya yang dinilai terbatas secara ruang dan waktu.
- Seno Aji merinci total anggaran lebih dari Rp25 miliar itu tersebar dalam puluhan item belanja.
SuaraKaltim.id - Kabar anggaran rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencapai Rp25 miliar menjadi sorotan publik.
Menanggapi itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji memberikan klarifikasi untuk melengkapi pernyataan sebelumnya yang dinilai masih terbatas secara ruang dan waktu.
Seno Aji mengakui, penjelasan mengenai substansi anggaran fasilitas rumah jabatan serta ruang kerja pimpinan daerah belum tersampaikan secara detail pada wawancara dengan media sebelumnya.
"Dalam wawancara tadi, saya merasa waktu dan ruang yang tersedia sangat terbatas, sehingga belum bisa menjelaskan secara lengkap dan mendalam tentang substansi anggaran fasilitas rumah jabatan serta ruang kerja pimpinan daerah," katanya dikutip dari Kaltimtoday.co--jaringan Suara.com, Kamis (2/4/2026).
Seno Aji menyadari ada kemungkinan publik merasa jawaban sebelumnya kurang tepat dalam menanggapi persoalan tersebut.
Seno menyatakan sangat menghargai perhatian masyarakat terhadap alokasi anggaran lebih dari Rp25 miliar dalam APBD 2025 untuk fasilitas rumah dinas dan ruang kerja pimpinan daerah.
"Kata-kata yang kami gunakan sebelumnya mungkin kurang tepat dalam menyampaikan maksud, sehingga menimbulkan kesan yang kurang pas di tengah keprihatinan publik. Untuk itu, kami ingin menjelaskan dengan lebih terbuka dan jelas," ujarnya.
Seno menjelaskan bahwa anggaran untuk rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur bersumber sepenuhnya dari APBD Provinsi.
Hal ini diklaim telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Menurutnya, rumah jabatan dan ruang kerja tersebut bukanlah fasilitas pribadi, melainkan aset negara yang digunakan untuk mendukung tugas pelayanan publik.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi rehabilitasi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun serta perbaikan sistem keamanan.
"Anggaran tersebut diperuntukkan bagi rehabilitasi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun, perbaikan sistem keamanan, ruang operasional, serta perlengkapan pendukung kegiatan resmi seperti silaturahmi, penerimaan tamu daerah, koordinasi pembangunan, dan acara keagamaan," tuturnya.
Seno Aji merinci bahwa total anggaran lebih dari Rp 25 miliar tersebut tersebar dalam puluhan item belanja.
Cakupannya meliputi rehabilitasi ruang kantor gubernur, rumah jabatan, ruang kerja wakil gubernur, hingga kebutuhan operasional harian agar fasilitas tersebut tetap layak dan fungsional.
Seno Aji juga menekankan bahwa rumah jabatan tersebut bersifat terbuka bagi masyarakat umum pada momen-momen tertentu, seperti saat perayaan Idul Fitri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu