- BPBD Kaltim membuat strategi Pagar Betis mengantisipasi karhutla di lingkar IKN.
- Lima daerah penyangga telah sepakat untuk turun tangan membantu pemadaman.
- Daerah itu Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat.
SuaraKaltim.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur (BPBD Kaltim) mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo menyatakan pihaknya menerapkan strategi pengamanan berlapis yang disebut Pagar Betis dalam penanggulangan karhutla.
"Lima daerah penyangga telah sepakat untuk turun tangan membantu pemadaman jika terjadi kebakaran di kawasan IKN sebagai bentuk implementasi strategi Pagar Betis," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (7/4/2026).
Lima daerah penyangga yang masuk dalam barisan perlindungan tersebut meliputi wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat.
"Kesepakatan ini merupakan hasil tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas instansi yang telah diselenggarakan di Ops Room BPBD Kaltim pada pekan lalu," kata Buyung.
Menurut dia, langkah antisipasi ini diambil untuk menyikapi prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai ancaman musim kemarau ekstrem.
Berdasarkan data tersebut wilayah IKN diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni hingga Juli 2026 dengan puncak kekeringan pada bulan Agustus.
Sifat curah hujan pada tahun ini, lanjut Buyung, diprediksi masuk dalam kategori bawah normal yang berarti kondisi lahan akan menjadi sangat kering dan sangat mudah terbakar.
"Pemerintah telah memetakan Kecamatan Sepaku dan Samboja Barat, termasuk seluruh area Tahura Bukit Soeharto, sebagai wilayah atensi khusus yang paling rawan bencana," sebut dia.
Disampaikan Buyung, tingkat kerawanan itu dipicu oleh dominasi kawasan hutan lahan kering serta aktivitas pembukaan lahan oleh manusia.
Guna mempercepat penanganan di lapangan, lanjutnya, pemerintah juga memaksimalkan fungsi Command Center Nusantara untuk memantau keberadaan titik api melalui satelit secara waktu nyata.
"Langkah modifikasi cuaca berupa pembuatan hujan buatan juga siap diterapkan apabila tingkat kekeringan di kawasan IKN sudah memasuki fase kritis," kata Buyung.
Selain itu pemerintah menyiapkan sistem peringatan dini melalui pesan singkat yang dikirimkan langsung secara otomatis ke ponsel warga di area rawan.
"Karena mayoritas karhutla dipicu oleh praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, aparat kepolisian juga meningkatkan kegiatan patroli pengawasan," ucap Buyung.
Pihaknya mengimbau seluruh warga Benua Etam untuk sama sekali tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun lahan selama masa kemarau panjang ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi
-
Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI
-
BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform