- PMTI Kalimantan Timur menggelar acara pelantikan untuk masa bakti 2026-2031.
- Momen tersebut diwarnai deklarasi dukungan terhadap Ketua Umum PMTI Pusat.
- Pada acara itu mendeklarasikan Yulius Selvanus Lumbaa kembali pimpin PMTI Pusat.
Kehadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, dalam acara tersebut menunjukkan adanya hubungan yang terjalin antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah.
Sinergi ini dinilai penting dalam mendukung program-program sosial yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur, menyampaikan komitmen perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dari kalangan masyarakat Toraja.
Ia menilai potensi generasi muda Toraja cukup besar dan perlu difasilitasi melalui akses pendidikan yang memadai.
"Anak-anak Toraja punya kemampuan yang baik. Kita lihat potensinya luar biasa. Tugas kita adalah membina mereka, memfasilitasi mereka, agar kelak mereka bisa kembali memberi sumbangsih untuk bangsa ini," ujar Abdunnur.
Pernyataan ini sejalan dengan salah satu fokus utama kepengurusan PMTI Kaltim ke depan, yakni penguatan sektor pendidikan.
Dalam struktur organisasi masyarakat berbasis kekerabatan, pendidikan sering menjadi instrumen penting untuk meningkatkan mobilitas sosial sekaligus menjaga keberlanjutan identitas budaya.
Selain agenda formal, pelantikan juga diwarnai prosesi adat sebagai simbol penghormatan kepada para pemimpin yang hadir.
Tokoh adat memberikan kain sarung putih sebagai lambang kesucian niat dan komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.
Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat Toraja, termasuk dalam kegiatan organisasi modern.
Ketua PMTI Kaltim, Nataniel Tandirogang, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal bagi konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Ia menyatakan pengurus akan segera melakukan koordinasi dengan berbagai wilayah di Kalimantan Timur untuk menyusun program kerja yang lebih konkret.
"Kami akan segera turun ke kabupaten dan kota. Konsolidasi. Kita susun program kerja bersama. Termasuk yang paling penting adalah memperkuat sektor pendidikan dan sosial," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi yang memiliki latar belakang serupa. Menurutnya, keberagaman organisasi tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan peluang untuk memperkuat jaringan dan memperluas dampak program.
"Kita ingin merangkul semua. Bahkan dengan organisasi lokal lain yang juga mengatasnamakan Toraja. Tidak ada musuh, semuanya saudara. Mari bergabung, karena kita punya tujuan yang sama," tegas Nataniel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit