- Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan soal polemik sewa mobil dinas.
- Pemkot Samarinda menyatakan akan bersikap kooperatif, termasuk dengan KPK.
- Andi Harun memastikan tidak ada fakta yang disembunyikan terkait pengadaan.
SuaraKaltim.id - Pemkot Samarinda menyatakan akan bersikap kooperatif dengan aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan hal itu guna menuntaskan polemik penyewaan mobil dinas wali kota jenis Land Rover Defender yang memicu perhatian publik.
"Semuanya sudah terbuka. Langkah-langkah tindak lanjut juga sedang berjalan. Kami tidak menutup-nutupi informasi apa pun, termasuk adanya permasalahan kontrak dalam perjanjian tersebut," ujar Wali Kota kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Andi Harun menegaskan pihaknya mengedepankan prinsip transparansi dalam menyikapi persoalan kendaraan dinas ini.
Ia memastikan tidak ada fakta yang disembunyikan terkait prosedur pengadaan maupun operasional kendaraan dinas tersebut.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban administratif, Andi Harun memaparkan bahwa Pemkot Samarinda telah mengambil tiga langkah tegas, yakni pemutusan kontrak atau mengakhiri kerja sama sewa dengan pihak penyedia, pengembalian kendaraan kepada vendor, dan pemulihan anggaran atau mengembalikan kelebihan pembayaran ke kas daerah yang saat ini masih berproses.
Pernyataan Andi Harun itu disampaikan sebagai respons atas aksi unjuk rasa yang digelar Front Mahasiswa Anti-Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Massa aksi menyoroti besaran anggaran sewa kendaraan dinas yang nilainya mencapai Rp160 juta per bulan.
Andi Harun menyatakan menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, meski dirinya juga menduga adanya dinamika politik di balik aksi tersebut.
"Terlepas dari apa motifnya atau siapa yang menggerakkan, aspirasi masyarakat tetap kami hormati. Itu adalah hak konstitusional warga negara," tuturnya.
Namun, Andi Harun menyerahkan sepenuhnya kepada publik dan awak media untuk menilai objektivitas dari aksi demo tersebut.
Dia kembali menegaskan bahwa seluruh penjelasan teknis soal sewa kendaraan dinas telah disampaikan secara terbuka.
Pihaknya juga siap jika sewaktu-waktu lembaga pengawas memerlukan keterangan lebih lanjut untuk memastikan bahwa tata kelola keuangan daerah di Pemkot Samarinda tetap berada pada koridor hukum.
Berdasarkan data yang dihimpun, perencanaan anggaran sewa kendaraan dinas Land Rover Defender itu telah disusun sejak tahun 2022.
Langkah ini diambil sebagai alternatif karena rencana pengadaan kendaraan baru pada saat itu tidak dapat direalisasikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Pelaku Penculikan Anak hingga Meninggal di Kutai Timur Ditangkap
-
Kas Daerah Cekak, Pemkot Samarinda Cicil Bayar Utang Rp400 Miliar
-
Harga Emas Antam Anteng di Hari Lahir Pancasila, Berikut Daftar Lengkapnya
-
Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat
-
Kaltim Berusaha Jaga Harga Sawit Pasca Pidato Prabowo soal Ekspor Terpusat