- Wali Kota Samarinda dituduh terlibat demo 21 April yang memprotes Gubernur Kaltim.
- Wali Kota membantah tuduhan dengan menyatakan ada yang coba membelokkan narasi.
- Dia menilai ada oknum yang sengaja menggiring opini publik lewat video pendek tersebut.
SuaraKaltim.id - Wali Kota Samarinda, Andi Harun terseret isu dirinya ikut dalam aksi 21 April yang memprotes kebijakan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud pada Kamis (21/5/2026) lalu.
Andi Harun membantah, menyatakan ada pihak yang tidak bertanggung jawab mencoba membelokkan narasi unjuk rasa Damai 215.
"Saya sudah menonton sejumlah konten video terkait berita Aksi Damai 215. Ada memang konten yang mencoba membelokkan narasi, jelas itu tidak bertanggung jawab, tidak memenuhi kaidah jurnalistik profesional, dan mengada-ada," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (23/5/2026).
Bantahan ini menanggapi tersebarnya potongan video di media sosial. Dalam video tersebut, salah satu peserta aksi terdengar meneriakkan nama Wali Kota Samarinda.
Andi Harun melihat adanya indikasi kesengajaan dari oknum penyusup yang sengaja menggiring opini publik lewat video pendek tersebut.
"Saat dicermati, sepertinya memang ada orang yang sadar dan sengaja mengatur pertanyaan kepada peserta aksi mengenai nama saya," kata mantan legislator Kaltim ini.
Pertanyaan tersebut kemudian memicu respons spontan dari satu atau dua peserta aksi di lapangan.
Andi Harun menegaskan ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momen ini untuk membenturkan dirinya dengan Gubernur Kaltim, seolah-olah sedang terjadi perseteruan.
"Patut diduga ini sengaja ingin mengadu domba saya dengan Pak Gubernur," jelasnya.
Padahal, ia memastikan hubungan kerja dan komunikasi dengan Gubernur berjalan sangat baik, khususnya dalam urusan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ia juga percaya Gubernur Kaltim akan bijak dalam mencermati persoalan ini.
"Kalau hal ini terjadi pada saya, tentu cara menganalisisnya sederhana, mencari siapa yang paling diuntungkan," katanya.
Andi Harun menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kepentingan, apalagi keuntungan, dari kegaduhan politik yang coba diciptakan tersebut.
Ia secara tegas menolak jika aspirasi murni masyarakat dipolitisasi untuk menyerang namanya.
"Jangan dibelokkan menjadi isu politik, itu tidak benar. Saya sudah 30 tahun berada di dunia politik dan tidak pernah menggunakan cara-cara yang tidak intelek serta tidak fair dalam berpolitik," katanya menegaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BRI Hadirkan Kejutan Haru Bagi PMI Yuni Lestari di Taiwan Lewat Program "Tali Kasih"
-
BRI Hadirkan Layanan Perbankan 24 Jam Untuk PMI Lewat BRImo Taiwan
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan