Eko Faizin
Senin, 08 Juni 2026 | 09:52 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. [Ist]
Baca 10 detik
  • Hetifah Sjaifudian mendorong kampus Unmul segera mendirikan Fakultas Peternakan.
  • Hal itu demi mewujudkan sektor peternakan berkelanjutan yang mendukung pangan IKN.
  • Fakultas Pertanian siap menjadi transformasi Jurusan Peternakan menjadi fakultas mandiri.

SuaraKaltim.id - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendorong Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk segera mendirikan Fakultas Peternakan.

Langkah strategis ini dinilai krusial guna memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan sektor peternakan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pangan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dorongan tersebut disampaikan Hetifah saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional bertema "Zero Waste Peternakan: Pemanfaatan Pakan Hijauan dan Limbah Menjadi Lebih Bernilai" yang diselenggarakan oleh BRIN bekerja sama dengan Universitas Mulawarman di Ballroom Mandapa Fugo Hotel, Samarinda, Sabtu (6/6).

Mengatasi Tantangan Peternakan Lokal

Hetifah menyoroti kesenjangan antara tingginya permintaan daging sapi di Kaltim dengan keterbatasan produksi lokal.

Menurutnya, tantangan utama saat ini meliputi keterbatasan lahan, belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian, serta perlunya inovasi teknologi peternakan.

"Kebutuhan daging sapi terus meningkat, sementara produksi kita masih terbatas. Kita butuh lebih banyak peneliti, akademisi, dan tenaga profesional yang memahami kondisi lokal Kaltim. Investasi untuk peternakan modern harus dimulai dari pendidikan," ujar Hetifah.

Ia optimistis bahwa melalui pengembangan Fakultas Peternakan, Unmul dapat menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu mengubah limbah peternakan menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk organik dan biogas, melalui konsep zero waste.

Sinergi Riset dan Teknologi

Dekan Fakultas Pertanian Unmul, Fahrunsyah, menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya, Fakultas Pertanian siap menjadi motor penggerak transformasi Jurusan Peternakan menjadi fakultas mandiri.

"Dosen-dosen peternakan kita, baik profesor maupun doktor, sudah sangat siap. Kami juga terus melakukan penelitian kolaboratif dengan Pemda dan perusahaan untuk memaksimalkan potensi pakan berbasis limbah pertanian, seperti kelapa sawit dan jerami padi," jelas Fahrunsyah.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan peternakan berkelanjutan di Kaltim terletak pada integrasi antara ternak dan pertanian.

Sistem "ternak menetap" yang terintegrasi dengan tanaman pangan seperti jagung dapat menghasilkan bahan organik yang krusial bagi kesuburan tanah.

Menuju Kemandirian Pangan ala Global

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Unmul, Nataniel Dengen, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi lokal.

Load More