- Komunitas Puan Lestari menyelenggarakan Eco-Chic Day untuk mengedukasi perempuan mengenai dampak negatif industri fast fashion bagi lingkungan.
- Kegiatan ini menghadirkan workshop, program donasi pakaian, serta diskusi interaktif guna mendorong penerapan gaya hidup fesyen berkelanjutan.
- Penyelenggara berharap masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi pakaian demi mengurangi limbah tekstil dan mendukung ekonomi kreatif lokal.
SuaraKaltim.id - Komunitas Puan Lestari menggelar Eco-Chic Day beberapa waktu lalu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup berkelanjutan melalui dunia fesyen.
Mengangkat tema "Redefining Fashion with a Splash of Sustainability", kegiatan tersebut difokuskan pada edukasi mengenai dampak industri fast fashion sekaligus mendorong masyarakat, khususnya perempuan, untuk mulai menerapkan kebiasaan berpakaian yang lebih ramah lingkungan.
Founder Puan Lestari, Hanna Pertiwi, mengatakan Eco-Chic Day tidak hanya menjadi wadah untuk memperkenalkan konsep fesyen berkelanjutan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi perempuan yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.
Menurutnya, industri fesyen merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap persoalan lingkungan.
Karena itu, perubahan pola konsumsi masyarakat dalam memilih, menggunakan, hingga merawat pakaian dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif.
"Melalui Eco-Chic Day, kami ingin menunjukkan bahwa tampil modis tidak harus mengorbankan lingkungan. Perempuan memiliki peran besar dalam mendorong perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan, dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian," kata Hanna.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta akan mendapatkan edukasi mengenai berbagai persoalan yang muncul akibat industri fast fashion, seperti meningkatnya limbah tekstil, perubahan iklim, hingga tingginya penggunaan sumber daya alam.
Tak hanya menghadirkan sesi diskusi, Eco-Chic Day juga dikemas melalui berbagai kegiatan interaktif.
Peserta dapat mengikuti program preloved pakaian, workshop ecoprinting, hingga mengunjungi pop-up market yang menampilkan beragam produk lokal dengan konsep ramah lingkungan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, penyelenggara juga membuka program donasi pakaian layak pakai yang akan disalurkan kepada masyarakat melalui rumah singgah di Samarinda.
Ketua Puan Lestari mengatakan Eco-Chic Day merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam membangun budaya hidup berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Kami ingin Eco-Chic Day menjadi gerakan bersama. Setiap orang bisa berkontribusi mengurangi dampak lingkungan, salah satunya dengan memperpanjang usia pakaian, mendukung produk lokal yang berkelanjutan, dan tidak lagi konsumtif terhadap fast fashion," ujar Ketua Puan Lestari.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi semakin banyak perempuan untuk melihat fesyen bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian terhadap lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Melalui Eco-Chic Day, Puan Lestari juga ingin mendorong terbentuknya komunitas yang semakin sadar bahwa setiap pilihan dalam berpakaian memiliki dampak terhadap keberlangsungan lingkungan di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan