- Kepala SD Negeri 002 Anggana Kutai Kartanegara, Sumargoto, mengkhawatirkan keselamatan siswa akibat kondisi fisik bangunan sekolah yang memprihatinkan.
- Plafon sekolah pernah ambruk saat liburan, dan air hujan sering masuk ke area sekolah di kawasan rawa tersebut.
- Sumargoto berencana melapor ke Dinas Pendidikan agar bangunan segera direhabilitasi demi menjamin keamanan seluruh proses belajar mengajar.
SuaraKaltim.id - Suara anak-anak yang tengah belajar membaca, menulis, dan berhitung masih memenuhi enam ruang kelas di SD Negeri 002 Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Di tengah aktivitas belajar yang berlangsung setiap hari, pihak sekolah menyimpan kekhawatiran terhadap kondisi fisik bangunan yang dinilai semakin membutuhkan perhatian.
Kepala SD Negeri 002 Anggana, Sumargoto, mengatakan keselamatan peserta didik menjadi hal pertama yang ia pikirkan sejak mulai bertugas di sekolah tersebut pada tahun ajaran ini.
Menurutnya, kondisi bangunan harus dipastikan aman agar tidak menimbulkan risiko bagi siswa maupun tenaga pendidik.
"Kalau menurut saya, yang penting bangunan ini tidak membahayakan siswa maupun manusia yang ada di sini. Keselamatan itu yang kita utamakan. Kalau melihat kondisi bangunannya memang perlu perhatian," kata Sumargoto.
Ia menegaskan, sekolah tidak pernah menuntut fasilitas yang berlebihan.
Namun, lingkungan belajar yang aman dan nyaman merupakan kebutuhan mendasar yang seharusnya dapat dirasakan seluruh siswa.
"Kita belajar tidak harus menuntut yang mewah. Yang penting nyaman, senang, dan aman. Kalau bangunannya seperti ini tentu sedikit mengurangi kenyamanan dalam belajar," ujarnya.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan.
Sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, salah satu bagian plafon bangunan sempat ambruk.
Beruntung, kejadian itu berlangsung ketika sekolah sedang memasuki masa libur sehingga tidak ada aktivitas belajar mengajar.
"Untungnya terjadi saat liburan. Jadi tidak ada kegiatan belajar mengajar dan tidak ada yang menjadi korban," katanya.
Peristiwa itu menjadi catatan penting bagi pihak sekolah.
Sumargoto berencana melaporkan kondisi bangunan kepada Dinas Pendidikan agar dapat dipertimbangkan dalam program rehabilitasi sehingga keamanan sekolah semakin terjamin.
Saat ini SD Negeri 002 Anggana memiliki enam rombongan belajar dengan total 101 siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling