- Kutai Kartanegara membangun jalan 23,17 km pangkas akses Anggana-Muara Badak.
- Warga tak perlu memutar melalui Samarinda yang membutuhkan waktu tempuh 2 jam.
- Saat kini pembangunan jalan tembus Anggana-Muara Badak terus dikerjakan kontraktor.
SuaraKaltim.id - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membangun jalan baru sepanjang 23,17 kilometer untuk memangkas waktu tempuh dari Kecamatan Anggana menuju Kecamatan Muara Badak atau sebaliknya.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyatakan bahwa aktivitas orang dan barang yang melintasi jalur tersebut menjadi lebih cepat.
"Hingga kini pembangunan jalan tembus Anggana-Muara Badak terus dikerjakan kontraktor, sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antar-kecamatan, mendukung percepatan perputaran ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan budaya," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026).
Selama ini, antara Anggana dan Muara Badak belum terhubung jalur darat, sehingga untuk konektivitas dua wilayah dalam satu kabupaten ini harus memutar lewat Kota Samarinda yang membuktikan waktu tempuh sekira 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.
Jika jalan yang mulai dibangun melalui anggaran tahun jamak hingga 2025 dan dilanjutkan melalui bantuan keuangan 2026 ini selesai, maka warga tidak perlu memutar melalui Samarinda yang membutuhkan waktu tempuh sekira 2 jam, namun Anggana-Muara Badak hanya butuh waktu sekira 30 menit. Efisien waktu yang luar biasa.
Pembangunan jalan tersebut mulai dikerjakan tahun 2022. Proyek strategis Pemda Kukar itu hingga kini terus berlanjut dengan pekerjaan mencakup semenisasi dan pelebaran, diantaranya untuk meningkatkan konektivitas dan akses ke rumah sakit baru di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
Sebelumnya, saat meninjau pembangunan jalan tersebut di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana pada Rabu, awal April ini, Rendi juga mengatakan bahwa proyek jalan ini menjadi salah satu prioritas dalam Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan kesehatan di Kabupaten Kukar.
"Manfaat jalan sepanjang 23,17 km ini tentu sangat banyak seperti memudahkan angkutan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang tersebar di dua kecamatan ini, karena jika ke depan sudah jadi, maka waktu tempuh makin pendek dan makin cepat sehingga harga bahan pangan bisa lebih murah," katanya.
Pada 2025, dari total panjang 23,17 km tersebut telah terealisasi 18,24 km dengan jalan berkondisi baik, menelan investasi mencapai Rp154 miliar.
Sedangkan tahun ini mendapat bantuan keuangan Rp9,5 miliar untuk melanjutkan pembangunannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
DPD RI Kaltim Serap Aspirasi Mahasiswa untuk Revisi UU Pemilu 2029
-
Lewat #YokKitaGAS, BRI Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Peduli Lingkungan
-
BRI Kembali Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Bukti Konsistensi Jaga Kepercayaan Nasabah
-
Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Sakit ISPA dan Demam Berdarah