Muhammad Iqbal juga tercatat menjalankan aktivitas sebagai Direktur Utama PT MMP Kaltim setelah penetapan itu. Pada Oktober 2025, misalnya, ia hadir dalam rapat Komisi II DPRD Kaltim yang membahas rencana bisnis serta perubahan bentuk hukum PT MMP.
Sementara itu, persoalan mengenai batas usia itu sebelumnya juga telah diberitakan media lokal. Dalam pemberitaan Kaltim Post pada 21 September 2026, dokumen seleksi yang sama disebut mensyaratkan pelamar berusia minimal 35 tahun dan maksimal 55 tahun pada saat pendaftaran.
Diminta Klarifikasi
Persoalan itu pada akhirnya berkaitan dengan proses verifikasi persyaratan administratif dalam seleksi direksi BUMD.
Apabila nantinya terdapat bukti administratif yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara usia calon dengan persyaratan ketika pendaftaran, maka proses seleksi dan penetapan itu dinilai perlu mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak yang berwenang.
Selain persoalan administratif, sumber juga mempertanyakan kemungkinan konsekuensi terhadap pembayaran yang diterima pejabat yang bersangkutan apabila di kemudian hari terdapat hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan pengangkatannya tidak memenuhi ketentuan.
Pembayaran yang dipersoalkan dapat mencakup gaji, tunjangan, fasilitas, perjalanan dinas maupun biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sebagai Direktur Utama PT MMP Kaltim sejak September 2025 hingga Agustus 2026.
Meski demikian, belum ada bukti yang ditampilkan dalam keterangan itu yang membuktikan bahwa Muhammad Iqbal tidak memenuhi batas usia saat mendaftar, sehingga persoalan itu masih memerlukan verifikasi terhadap dokumen administrasi seleksi dan klarifikasi dari panitia seleksi maupun Pemprov Kaltim.
Sebelumnya, Kepala Biro Ekonomi Setda Kaltim Iwan Darmawan juga telah dimintai tanggapan terkait isu itu. Ia mengaku mengetahui informasi yang beredar, tetapi memilih tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai proses seleksi maupun dugaan ketidaksesuaian usia itu. ***
Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun
Berita Terkait
-
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Sofifi, Buka Ruang UMKM Tumbuh
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla