Eko Faizin
Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:38 WIB
Sejumlah warga berunjuk rasa di depan kantor PLN Berau Senin (26/10/2026) tengah malam. [Miko/Kaltimtoday]
Baca 10 detik
  • Warga Berau menggelar aksi protes ke kantor PLN UP3 pada Senin malam menuntut pemulihan pasokan listrik.
  • Pemadaman bergilir terjadi karena defisit daya serta robohnya menara transmisi 150 kV jalur Maloy-Talisayan.
  • PLN belum memastikan waktu pemulihan menyeluruh karena daya pembangkit lokal masih berada di bawah kebutuhan harian.

Khusus di Berau, defisit daya disebut berkisar antara 2 hingga 4 megawatt (MW).

Dalam kondisi tertentu, kekurangan pasokan bahkan pernah mencapai 6 MW, meskipun menurut Erwinton situasi tersebut jarang terjadi dan biasanya berlangsung selama satu hingga dua hari.

Untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat, PLN menerapkan langkah mitigasi dengan memprioritaskan penyaluran listrik kepada pelanggan dibandingkan perusahaan yang memiliki pembangkit listrik sendiri atau captive power.

Kebijakan tersebut sempat membantu meredakan keluhan warga. Namun, kondisi kelistrikan kembali menghadapi tekanan setelah terjadi gangguan tambahan pada jaringan transmisi.

Menara Transmisi Maloy–Talisayan Roboh

Erwinton menjelaskan, salah satu faktor yang memperburuk pasokan listrik ke Berau adalah robohnya menara transmisi di jalur Maloy–Talisayan, Kabupaten Kutai Timur.

Menara tersebut merupakan bagian dari jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) yang berfungsi menyalurkan energi listrik dari pembangkit menuju jaringan distribusi dan pelanggan.

"Tower itu memiliki beban daya 150 kV (kilovolt), berfungsi untuk mengalirkan energi listrik dari pembangkit hingga ke pelanggan. Begitu transmisi ini terputus, maka kita kehilangan daya," jelasnya.

Terputusnya jalur transmisi tersebut membuat pasokan listrik yang dapat disalurkan ke Berau semakin terbatas. PLN pun mengandalkan pembangkit lokal untuk membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Dua fasilitas yang dioperasikan sebagai langkah antisipasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sambaliung dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur.

Namun, kemampuan pembangkit lokal tersebut masih belum mencukupi kebutuhan listrik Berau secara keseluruhan.

Kebutuhan Malam Hari Capai 50 MW

Menurut Erwinton, kebutuhan listrik di Berau saat beban puncak harian berada pada kisaran 46 hingga 50 MW.

Sementara itu, konsumsi listrik pada siang hari rata-rata berkisar 30 MW dan meningkat ketika memasuki malam hari.

Di sisi lain, daya yang dapat dihasilkan dari pembangkit lokal yang dioperasikan PLN hanya mencapai sekitar 37,5 MW.

Load More