SuaraKaltim.id - Sudah satu bulan lebih, Warga Samarinda mengeluhkan kondisi jalan longsor di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang.
Longsor yang diduga akibat aktivitas tambang batubara itu, sudah menutup semua badan Jalan.
Ditambah curah hujan yang tak menentu, mengakibatkan tanah longsoran becek dan licin. Tak jarang, setiap hari ada pengendara motor yang jatuh terpeleset.
“Sudah sebulan begini-begini saja, semua median tertutup. Sudah dibersihkan, nanti longsor lagi. Begitu terus,” kata Ahmad Andi, warga Mangkupalas (9/9/2020)
Baca Juga:Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Kaltim dari Kota Balikpapan
Sejak Selasa (8/9/2020), curah hujan di Kota samarinda meningkat. Longsoran tanah itu kembali menggunung.
Menutup ruas jalan yang menjadi akses bagi pengguna jalan. Akses jalan menuju Palaran dari Samarinda Seberang atau sebaliknya, tak bisa lewati.
“Mau ke palaran harus mutar dulu, padahal dekat sekali jaraknya. Enggak ngerti sudah sama pemerintah, ini jalanan mau diapain,” imbuh Ahmad.

Pantauan di lapangan, tidak hanya ruas jalan yang tertutup longsoran tanah. Lubang gorong-gorong yang mengalirkan air ke Sungai Mahakam melalui parit di PT Teluk Bajau juga tersumbat.
Sempat terjadi kemacetan panjang hingga puluhan meter. Warga yang kesal tak bisa lewat, mengunggah kejadian itu di akun media sosial. Mereka meminta Pemerintah Kota Samarinda maupun Pemerintah provinsi Kaltim, agar memerhatikan kondisi longsoran.
Baca Juga:Terjebak dalam Kobaran Api, Zaki Meraung Melihat Adiknya Terbakar
“Ini menyulitkan warga, masak iya ini mau dibiarin. Sudah satu bulan lho. Atau mau bertahun-tahun sekalian,” kata Putri, warga Palaran.
Agar kemacetan tidak terjadi terus-menerus, Satlantas gabungan dari Polresta Samarinda dan Polsek Samarinda Seberang terpaksa menutup ruas jalan. “Karena longsoran, jalan terpaksa kami tutup. Baik dari palaran ke samarinda seberang atau sebaliknya, kata petugas lantas, Bripda Yudiansyah.