Mikrofon Wakilnya Dimatikan, Rakyat Kaltim Sebut Puan Tidak Demokrasi

Mematikan mikrofon sama halnya dengan mematikan demokrasi. Padahal, Puan berasal dari partai yang menjunjung tinggi asas demokrasi.

Yovanda Noni
Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:29 WIB
Mikrofon Wakilnya Dimatikan, Rakyat Kaltim Sebut Puan Tidak Demokrasi
Tiktokers asal kalimantan Mengunggah konten salam untuk DPR RI (foto: tangkapan layar akun tiktok @Anak kalimantan)

Udin menilai, cara Puan mematikan mikrofon tidak mencerminkan sikap demokrasi.

“Rapat itu bicara tentang RUU yang mengatur hajat hidup rakyat. Cara-cara seperti itu bukan ciri berdemokrasi ala pancasila,” sebutnya.

Udin menyesalkan masih ada wakil rakyat yang bisa bersikap semaunya.

“Tentu sangat disesalkan tindakan ketua DPR RI yang tidak memberikan kesempatan bagi wakil rakyat. Patut kita curigai bahwa mayoritas anggota dewan tutup telinga atas kritikan publik yang menolak omnibuslaw,” sebutnya.

Baca Juga:PDIP Bela Puan soal Mik Mati, Jansen: Apa Perlu Rekonstruksi Ulang?

Senada, Koordinator Pokja 30 di Samarinda, Buyung Marajo menyebut, sikap Puan bukan tindakan yang baik.

“Tindakan itu tidak etis. Peserta sedang memberikan aspirasi, Ketua DPR RI selayaknya tidak melakukan itu,” katanya.

Menurut Buyung, mematikan mikrofon sama halnya dengan mematikan demokrasi. Padahal, kata dia, Puan berasal dari partai yang menjunjung tinggi asas demokrasi.

“Ketua DPR RI berasal dari partai yang menjunjung tinggi demokrasi, tapi dia bertolak belakang. Seharusnya dia punya kepekaan terhadap rakyatnya,” ujarnya.

Sebab, kata Buyung, UU Cipta Kerja adalah melegalkan investasi besar-besaran yang menekan rakyat kecil.

Baca Juga:Diserang Bertubi-tubi, Ruhut Besarkan Hati Puan Maharani: Maju Terus

“Presiden harus mempunyai kepekaan, ada penolakan tentang omnibuslaw. Tapi RUU itu malah diketok menjadi UU oleh budak-budak investor. Tentunya investor bersorak gembira,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini