Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Didemo Mahasiswa, Ketua DPRD Kalteng Tetap Tidak Menolak UU Cipta Kerja

Chandra Iswinarno Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:52 WIB

Didemo Mahasiswa, Ketua DPRD Kalteng Tetap Tidak Menolak UU Cipta Kerja
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Palangka Raya melakukan demo penolakan UU Ciptaker di depan kantor DPRD Kalteng, Kamis (15/10/2020). [Foto: Tri]

Mahasiswa tetap menuntut pernyataan sikap penolakan pengesahan Omnibus Law dari Wiyatno

SuaraKaltim.id - Gelombang unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja terus terjadi di berbagai daerah. Seperti yang dilakukan ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Mereka menggelar aksi massa menolak Omnibus Law tersebut di depan Kantor DPRD Kalteng pada Kamis (15/10/2020).

Sayangnya, tuntutan mereka tersebut ditolak wakil rakyat yang menemui massa aksi saat.

Adalah Ketua DPRD Kalteng Wiyatno serta Wakil Ketua DPRD Kalteng Jimmy Carter yang langsung menemui massa aksi. Dalam kesempatan tersebut, Wiyatno menegaskan hanya mau menyatakan sikap akan menyuarakan aspirasi mereka ke Jakarta.

“Saya pastikan aspirasi kalian saya bawa ke Jakarta ke DPR RI, ke Pak Presiden. Saya minta tiga orang perwakilan kalian untuk menemani saya,” seperti dilansir Kanalkalimantan.com-jaringan Suara.com.

Meski begitu, mahasiswa tetap menuntut pernyataan sikap penolakan pengesahan Omnibus Law dari Wiyatno, namun hal tersebut ditolak mentah-mentah Bendahara DPD PDIP Kalteng ini.

“Bukan kapasitas saya untuk itu. Kalau saya melakukan itu melampaui kewenangan saya. Saya wakil rakyat untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Usai Wiyatno menyatakan hal tersebut, suasana sempat hening. Namun suasanan kembali pecah dengan suara-suara dari pendemo yang tidak puas mendengar ucapan orang nomor satu di kursi DPRD Kalteng ini.

Tak berselang lama, Wiyatno dan Jimmy meninggalkan demonstran kembali ke kantor DPRD.

Pun tak berapa lama, demonstran memilih membubarkan. Namun, mereka mengancam akan melakukan aksi serupa setiap Kamis, sampai pernyataan sikap menolak UU Cipta Kaerja diterima wakil rakyat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait