Belum Semua Sekolah Siap Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya Menurut FSGI

Federasi Serikat Guru Indonesia mengatakan ada beberapa alasan mengapa belum semua sekolah siap melakukan pembelajaran tatap muka.

M. Reza Sulaiman
Selasa, 24 November 2020 | 18:29 WIB
Belum Semua Sekolah Siap Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya Menurut FSGI
Ilustrasi sekolah di tengah pandemi. (Pixabay/Alexandra Kochi)

Pengawasan KPAI di Pulau Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah belum siap menjalankan protokol kesehatan..

"Secara umum dari 48 sekolah yang didatangi, sebagian besar belum siap. Tapi ada juga sekolah yang KPAI nilai sudah sangat siap untuk belajar tatap muka," ujar Retno.

Dengan keputusan yang telah dibuat untuk membuka sekolah, KPAI merekomendasikan agar belajar tatap muka juga sebaiknya dimulai dengan jumlah siswa sebanyak sepertiga kapasitas kelas.

Selain itu, KPAI meminta agar pemerintah memfasilitasi tes usap untuk guru dan siswa sebelum belajar tatap muka dimulai pada Januari mendatang.

Baca Juga:Camkan Pesan Guru Danau: Saya Tak Pernah Ikut Berpolitik, Saya Tidak Mau

Di sisi lain, FSGI menilai kebijakan sekolah tatap muka dibutuhkan untuk menjaga capaian dan mutu pendidikan siswa Indonesia.

Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap lebih dari 68 juta peserta didik di 646 ribu satuan pendidikan di Indonesia karena harus belajar dari rumah.

Heru Purnomo menuturkan tidak seluruh siswa memiliki gawai dan koneksi internet untuk belajar daring secara intensif.

"Di Kabupaten Bima, jaringan kami di sana melaporkan kalau hanya 6 sampai 9 siswa yang hadir sekolah daring dengan alasan kuota internet tidak memadai, padahal jumlah siswanya 36 orang," kata Heru.

"Begitu diberikan subsidi kuota internet pun tetap saja masih banyak yang tidak bisa bisa berpartisipasi," lanjut dia.

Baca Juga:Herman Deru: Siswa Sudah Bisa Belajar di Sekolah, Asal Orang Tua Setujui

Menurut Heru, implikasi dari situasi ini cukup serius dan dapat menimbulkan rendahnya capaian pendidikan di Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini