Poles Body Mobil Sampai Seperti Baru Bisa Saja, Asalkan ...

Bila body mobil tampak mengilap namun sebentar kemudian jadi kusam, mungkin artinya ada bagian terkelupas.

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Rabu, 06 Januari 2021 | 19:00 WIB
Poles Body Mobil Sampai Seperti Baru Bisa Saja, Asalkan ...
Meneteskan nano protective coating atau wax untuk dioles ke body mobil saat pemolesan [Envato Elements/romankosolapov].

SuaraKaltim.id - Salah satu "bukti" pemilik kendaraan roda empat memberi perhatian lebih kepada tunggangan kesayangannya adalah aktivitas poles body mobil.   Tampak kinclong menawan sekaligus mirip mobil gres keluar dari show room. Namun jangan salah, tampilan keren ini bisa saja hanya sebentar dan kemudian kusam lagi. 

Salah satu alasannya adalah situasi cuaca tak menentu, sehingga kalau ingin mengilap lagi harus dipoles kembali. Kondisi ini tak pelak membuat frekuensi pemolesan bodi mobil jadi dilakukan lebih sering.

Apakah ada dampaknya bagi cat bodi mobil bila sering dipoles?

Logikanya, hal ini memang baik untuk dilakukan karena cat mobil selalu terlihat bersih dan mengilap. Namun faktanya, seperti dikutip kanal otomotif Suara.com, jejaring SuaraKaltim.id, dari Deltalube, memoles body mobil dengan interval yang rapat atau frekuensi tinggi, mampu merusak lapisan cat paling luar atau bagian pernis.

Baca Juga:Viral Video Kecelakaan Chacha Sherly: Truk Boks Terguling, Cuaca Buruk

Melakukan pemolesan mobil setelah mencuci body dengan bersih [Envato Elements/LightFieldStudios].
Melakukan pemolesan mobil setelah mencuci body dengan bersih [Envato Elements/LightFieldStudios].

Pasalnya ketika melakukan poles body, lapisan pernis sedikit demi sedikit ikut terkikis sehingga memunculkan tampilan mengilap. Padahal cat mobil sendiri hanya memiliki lapisan setebal 20-40 mikron.

Jika poles body dilakukan secara berlebihan, risikonya lapisan pernis semakin menipis dan menyentuh lapisan cat. Jika lapisan pernis sudah hilang, cat mobil jadi terlihat kusam.

Idealnya, memoles body mobil dilakukan setiap enam bulan sekali untuk kendaraan yang sering diparkir di area terbuka dan terkena paparan sinar matahari langsung. Jika mobil tersimpan di area tertutup, satu tahun sekali sudah cukup dilakukan dan tidak berisiko merusak cat.

Tidak hanya itu, cairan pemoles yang digunakan pun harus diperhatikan agar tidak merusak cat saat melakukan pemolesan. Untuk amannya, sebaiknya menggunakan cairan poles berbahan water base bukan yang berbahan dasar silikon.

Baca Juga:Chacha Sherly Tabrakan Saat Cuaca Buruk, Jadi Wacana Situasi Mengemudi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini