alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngaku Kesurupan Setan, Pemuda di Samarinda Kerap Aniaya Ayah Kandung

Chandra Iswinarno Jum'at, 22 Januari 2021 | 00:05 WIB

Ngaku Kesurupan Setan, Pemuda di Samarinda Kerap Aniaya Ayah Kandung
Pelaku saat diamankan di sekretariat FKPM Pelita sebelum diserahkan ke Polsek Samarinda Kota. [Istimewa]

Pemuda berinsial JU (21) yang tinggal di Kota Samarinda ditangkap polisi lantaran menganiaya ayah kandungnya yang sudah lansia, berumur 70 tahun.

SuaraKaltim.id - Pemuda berinsial JU (21) yang tinggal di Kota Samarinda ditangkap polisi lantaran menganiaya ayah kandungnya yang sudah lansia, berumur 70 tahun. Namun setelah melakukan aksinya JU kerap mengaku kesurupan setan.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat terjadi keributan di rumah pelaku di Jalan Lambung Mangkurat Gang Arrahman Kota Samarinda pada Rabu (20/1/2020) malam. Di mana pelaku mengambil sebilah parang dan mengancam ayahnya.

Sang ayah yang mendapat ancaman itu sontak melarikan diri dari dalam rumah. Keributan antara anak dan ayah itu langsung menyita perhatian warga.

Tak mau terjadi hal yang tidak dinginkan, warga kemudian mengubungi pihak Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Pelita, Kota Samarinda, yang kemudian menuju lokasi kejadian.

Baca Juga: Pinjami Uang Rp 130 Juta, Pria Sambas Malah Dibayar Kertas dan Dianiaya

"Kejadiannya tadi malam, warga lapor ke RT dan ke FKPM. Katanya ada ribut antara bapak dan anak yang sudah sering terjadi. Beruntung kami cepat datang ke lokasi, kalau tidak si anak pasti sudah babak belur dihajar warga," ujar Kanit Operasional FKPM Pelita Dani Sofyan kepada Suarakaltim.id, Kamis (21/1/2021) sore.

Setelah berhasil mengamankan pelaku beserta dengan sebilah pisau yang digunakannya untuk mengancam sang ayah, petugas FKPM pun selanjutnya menyerahkan pelaku dan barang bukti ke Polsek Samarinda Kota guna pemeriksaan lanjut.

Dikisahkan Dani, pelaku tenyata kerap melakukan aksi yang sama. Yakni mengancam ayah dengan parang. Terkadang sampai memukul bahkan memiting korban.

Tetapi, kalau pelaku ditanya, dia nekat melakukan hal tersebut lantaran kerap kemasukan jin.

"Tapi itu alibi si anak saja. Soalnya keributan itu terjadi karena lauk di rumahnya tidak ada. Lalu si bapak pergi ke warung untuk membeli lalu, tapi saat tiba di rumah langsung dikejar pakai parang," katanya.

Baca Juga: Bermula dari Nyanyi Disebut Yasinan, Pemuda Ini Babak Belur Dihajar Teman

Dani mengaku, alasan pelaku melakukan penganiayaan terhadap sang ayah adalah alibi lantaran pelaku diketahui kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait