facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada, Virus Covid-19 Jenis Baru Diduga Percepat Penularan di Balikpapan

RR Ukirsari Manggalani Selasa, 02 Februari 2021 | 07:14 WIB

Waspada, Virus Covid-19 Jenis Baru Diduga Percepat Penularan di Balikpapan
Ilustrasi Covid-19 (Pixabay/geralt)

Kecepatan masa inkubasi bisa jadi disebabkan virus yang menyerang adalah D614G.

SuaraKaltim.id - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan, Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Balikpapan dr Andi Sri Juliarty memperkirakan bahwa cepatnya penularan virus Corona di Kota Minyak dalam sebulan terakhir bisa jadi disebabkan virus yang menyerang adalah D614G. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Ini virus Covid-19 yang sudah bermutasi, yang dapat menular lebih cepat dengan masa inkubasi hanya tiga hari, sementara virus Covid-Wuhan perlu waktu 14 hari," jelas dr Andi Sri Juliarty, Senin (1/2/2021).

Namun, menurut Kadinkes, kondisi ini masih harus dibuktikan terlebih dahulu di laboratorium biomolekuler.

Kasus penularan virus Covid-19 jenis baru ini juga diyakini terjadi di berbagai tempat di Indonesia, sehingga Kementerian Kesehatan RI memerintahkan 13 laboratorium biomolekuler untuk meneliti kasus-kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, DP3 Balikpapan Sebut Jumlah Petani Makin Banyak

Kemudian, menurut dr Juliarty, kecepatan penularan Covid-19 di Balikpapan juga berkenaan dengan mobilitas warga dan posisi Kota Minyak sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur.

"Di sini pergerakan orang sangat tinggi, maka risiko penularan juga cukup tinggi," tandasnya.

Dengan memiliki Bandara Sepinggan, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, juga Pelabuhan Ferry Kariangau, termasuk Pelabuhan Klotok Kampung Baru, yang semuanya adalah pintu masuk Balikpapan, tidak mudah mengontrol pergerakan orang ke kota ini. Sejauh ini, baru orang yang ke luar dan masuk lewat Bandara Sepinggan dipastikan bebas Covid-19.

Sebab itu pula Satgas Covid-19 Balikpapan melakukan pemeriksaan rapid test antigen di gerbang masuk kota lewat jalur darat di utara. Walaupun memiliki keterbatasan sediaan alat tes sehingga dilakukan secara acak.

"Bila hasil test-nya positif tidak boleh masuk Balikpapan, dan dirujuk untuk segera melakukan test swab," tutup Kadinkes dr Andi Sri Juliarty.

Baca Juga: Hingga Awal Februari 2021, Kasus Covid-19 Balikpapan Dekati 10 Ribu Orang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait