SuaraKaltim.id - ‘Putri Tidur’ Siti Raisa Miranda alias Echa ternyata sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit (RS) oleh ayahnya, Mulyadi (54). Echa sempat kejang-kejang, hingga akhirnya tubuhnya dinyatakan kembali normal meski dalam kondisi masih tertidur.
“Tangan serta leher (kejang-kejang). Tidak pernah seperti itu sebelumnya,” kata Mulyadi, kepada reporter Apahabar.com Bahaudin Qusairi, Senin (5/4/2021).
Echa tidur sejak Kamis malam lalu (1/4/2021). Artinya, Echa sudah tidur selama 4 hari, sampai saat ayahnya diwawancara jurnalis.
Sebelum tidur, Echa, kata Mulyadi makan bakso. Tak lama kemudian anaknya menangis. Kurang lebih menangis sekitar dua jam lamanya. Sebelum akhrinya tertidur berhari-hari di Jalan Pangeran, Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara.
“Setelah makan bakso, dia tiba tiba nangis. Dua jam nangis langsung tidur,” ujarnya.
Sehari kemudian, Echa sempat kejang-kejang, kemudian langsung dibawa ayahnya ke RSUD Ansyari Saleh, Banjarmasin Utara.
Usai dirawat dan diberikan obat di RS, akhirnya gerakan tubuh Echa kembali normal, tidak lagi kejang-kejang.
“Sudah normal secara medis dan lab,” kata Ayagh Echa, yang merupakan Kepala Sekolah Menegah Pertama (SMP) Mandastana, Barito Kuala (Batola).
Di RS, Echa dirawat dan diberikan cairan infus. Mulyadi juga konsultasi terhadap pihak RS untuk membawa Echa pulang ke rumah.
Pihak RS merasa khawatir. Namun Mulyadi kemudian menanyakan, tentang penanganan medis yang dilakukan keluarga ke Echa apabila berada di rumah.
- 1
- 2