alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Efek Buruk Konsumsi Minuman Beralkohol, Bisa Pengaruhi Volume Otak

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah Sabtu, 22 Mei 2021 | 15:35 WIB

Efek Buruk Konsumsi Minuman Beralkohol, Bisa Pengaruhi Volume Otak
Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol disebut bisa membuat volume otak menyusut.

SuaraKaltim.id - Konsumsi minuman beralkohol terbukti berefek buruk bagi kesehatan tubuh, termasuk organ vital seperti otak. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 25 ribu orang di Inggris membuktikan bahwa tak ada jumlah aman dari konsumsi alkohol untuk otak. Bahkan, ukuran minum sedang sekalipun dikatakan bisa memengaruhi setiap bagian organ tersebut.

Studi terkait juga menunjukkan efek buruk minuman beralkohol di mana emakin banyak mengonsumsi alkohol, semakin rendah volume otak. Dengan demikian, semakin banyak seseorang minum alkohol, semakin buruk kinerja otaknya.

"Konsumsi alkohol seberapa pun buruk. Hampir seluruh otak tampak terpengaruh, tak cuma area tertentu, seperti yang diperkirakan sebelumnya," ungkap penulis utama studi Anya Topiwala, dosen klinis senior di Universitas Oxford, melansir The Guardian.

Peneliti menganalisis 25.378 data orang yang didapat dari UK Biobank. Mereka memeriksa keseluruhannya, dari usia hingga informasi intensitas mengunjungi rumah sakit serta rawat jalan.

Baca Juga: Punya Komorbid, Pelukah Medical Check Up Sebelum Vaksinasi Covid-19?

Ilustrasi sampanye [shutterstock]
Ilustrasi sampanye [shutterstock]

Peneliti menemukan bahwa sering mengonsumsi alkohol setiap minggunya bisa menyebabkan kepadatan materi abu-abu di otak rendah. Alkohol mengubah volume materi abu-abu hingga 0,8 persen. Kendati angkanya terkesan kecil, tapi itu masih lebih besar dari faktor lainnya, seperti merokok.

Risiko negatif juga tampak pada integritas materi putih, serat otak yang terbentuk dari miliaran neuron, menghubungkan berbagai area materi abu-abu. Penyakit komorbid seperti tekanan darah tinggi dan obesitas juga mendorong hubungan negatif antara alkohol dan kesehatan lebih kuat.

Bertentangan dengan studi sebelumnya yang menyebut meminum anggur dalam jumlah sedang memiliki manfaat, penelitian baru ini tidak menemukan bukti itu.

Berdasarkan pedoman Departemen Kesehatan Inggris pada 2016, pria dan wanita sebaiknya tak minum lebih dari 14 unit alkohol setiap pekan. Bahkan meski hanya mengonsumsi di bawah batas aman, studi Topiwala ini tetap menunjukkan bukti adanya bahaya.

Baca Juga: Viral Momen Dokter Beritahu Pasien Tumor Otak, Tak Kuat Tahan Air Mata

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait