alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Supaya Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan Kalimantan Tetap Eksis

Muhammad Yunus Sabtu, 05 Juni 2021 | 14:36 WIB

Supaya Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan Kalimantan Tetap Eksis
Institut Teknologi Bandung (ITB) memberi pelatihan pemanfaatan media sosial bagi Komunitas Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan di Ketapang, Kalimantan Barat / [SuaraKaltim.id / Antara]

Pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pencitraan

SuaraKaltim.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) memberi pelatihan pemanfaatan media sosial (medsos) sebagai sarana "branding" atau pencitraan.

Agar suatu produk dapat menarik dan melekat di benak konsumen bagi Komunitas Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan di Ketapang, Kalimantan Barat.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian pada masyarakat. Pendanaannya bersumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB," ujar Ketua Kelompok Kelompok Keahlian Literasi, Media, dan Budaya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB, Jahratun saat dihubungi di Ketapang, Sabtu 5 Juni 2021.

Ia menjelaskan bahwa pada pelatihan tersebut pihaknya menghadirkan beberapa pakar diundang untuk memberikan paparan atau materi.

Baca Juga: Antre 8 Tahun, Warga Pontianak Cuma Bisa Pasrah Dua Kali Batal Naik Haji

Di antara pakar itu yakni Prananda Luffiansyah Malasan Ph D pakar Bidang Desaian Produk. Prananda memaparkan materi dengan tema "Pengembangan Produk Yang Marketable". Kemudian Adi Supriadi MM Pakar di Bidang Digital Branding dan Marketing. Adi membahas materi dengan tema "Digital Branding dan Marketing".

"Pada pelatihan ini, para perajin mendapatkan pengetahuan praktis serta pendampingan langsung untuk mengembangkan produk," ungkap Jahratun.

Menurutnya pelatihan ini tentu dapat membantu para perajin untuk lebih memahami serta menggunakan media sosial untuk membangun branding dalam rangka pengembangan produk.

"Nantinya para perajin diharapkan dapat menyusun strategi yang tepat. Sehingga dapat meningkatkan daya saing produk baik di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Ia menjelaskan di era digital ini, media sosial menjadi tren dalam komunikasi pemasaran. Pemanfaatan medsos mampu memberikan banyak manfaat. Terlebih di masa pandemi COVID-19 saat ini yang membuat gerak semakin terbatas.

Baca Juga: Jabatan Kadis ESDM Kalbar Dihapus, Sejumlah Nama Dapat Tugas Baru

Minimnya pengetahuan strategi desain produk, branding serta marketing. Tentu menjadi tantangan tersendiri terutama bagi para perajin. Serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah termasuk Ketapang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait