alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Massa Pendukung Makmur HAPK dan Kader Golkar Bentrok di Depan Kantor Golkar Kaltim

Chandra Iswinarno Rabu, 30 Juni 2021 | 16:54 WIB

Massa Pendukung Makmur HAPK dan Kader Golkar Bentrok di Depan Kantor Golkar Kaltim
Suasana demo di Kantor Golkar Kaltim. [Presisi.co]

Aksi yang dilakukan pendukung Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Makmur HAPK di depan Kantor Sekretariat DPD Golkar Kaltim berakhir bentrok.

SuaraKaltim.id - Aksi yang dilakukan pendukung Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Makmur HAPK di depan Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah Golongan Karya (DPD Golkar) setempat berakhir ricuh.

Massa pendukung Makmur HAPK yang menamakan diri Aliansi Pemuda Aktivis Masyarakat Berau (APAMB) dipaksa dibubarkan kader Golkar.

Kericuhan tersebut bermula ketika massa mendatangi Sekretaris Pemuda dan Olahraga DPD Golkar Kaltim Arif Rahman Hakim untuk melakukan audiensi. Namun hal tersebut tidak berlangsung lancar, karena massa meminta bertemu langsung dengan Ketua DPD Golkar Kaltim Rudy Mas'ud atau Sekretaris DPD Golkar Kaltim Husni Fahruddin.

Lantaran tidak bisa bertemu, Massa APAMB yang membawa tomat, kubis, dan telur ingin menutup aksi dengan menselebrasikan pemecahan telur ayam secara serentak di Gedung DPD Golkar Kaltim.

Baca Juga: Mau Dicopot Dari Ketua DPRD, Makmur HAPK Konsultasi Hukum dengan Ketua Gerindra Kaltim

Namun hal tersebut berubah menjadi keributan yang tak bisa dihindarkan antara massa aksi dengan kader Golkar. Petugas kepolisian yang sedang berjaga pun langsung membubarkan massa menggunakan satu unit kendaraan water cannon.

Seorang massa dari APAMB Eka Prayitna Jogras Hutain mengalami luka di bagian pelipis mata kanan. Dia terkena pukulan saat terjadinya kericuhan.

"Saya melihat mereka (pihak partai) keluar melakukan pengerusakan atribut aksi dan pemukulan kepada teman-teman aksi," ujarnya seperti dilansir Presisi.co-jaringan Suara.com.

Dia mengaku hanya menyampaikan aspirasi berdasarkan aturan yang dijamin undang-undang. Lantaran terjadi pemukulan terhadap dirinya, dia bersama massa dari APAMB melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Samarinda.

"Kami akan melaporkan ke Mapolresta Samarinda. Karena tidak demokratis. Saya berdarah dipukul. Ada bukti video yang disimpan kawan aksi," katanya.

Baca Juga: Surat Pelengseran Ketua DPRD Kaltim Telah Sampai ke Pimpinan, Begini Peluangnya

Meski begitu, dia menegaskan, bakal tetap melanjutkan aksi hingga surat PAW Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK ke tangan Hasanuddin Mas'ud dicabut DPP Partai Goklkar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait