Mangrove Delta Mahakam yang Berkurang 3 Ribu Hektare Per Tahun

Pentingnya Mangrove di Delta Mahakam, berjalan seimbang dengan metode Silvofishery.

Denada S Putri
Rabu, 28 Juli 2021 | 10:53 WIB
Mangrove Delta Mahakam yang Berkurang 3 Ribu Hektare Per Tahun
Salah Satu Solusi Deforestasi, Tambak Berkelanjutan, Silvofishery. [Istimewa]

Namun demikian, di antara jasa lingkungan ekosistem hutan mangrove, yang menjadi isu penting adalah fungsinya menyerap dan menyimpan karbon biru. Konversi hutan mangrove di Delta Mahakam selama 1980-2001, menyebabkan hilangnya hutan mangrove sekitar 3.183 hektare per tahun. Atau setara terlepasnya 0,46 teragrams of CO2 equivalent per tahun.

Terus terdegradasinya hutan mangrove, meningkatkan emisi karbon ke atmosfer bumi. Menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin padat. Perubahan iklim pun tak terhindarkan. Dan akan mengalami perubahan.

Peneliti Madya Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa, Tien Wahyuni, menyebut keterbukaan hutan mangrove di Delta Mahakam sudah terlampau tinggi. Dan untuk menyelesaikannya, tak bisa hanya bergantung satu pihak saja.

“Enggak bisa diselesaikan satu lembaga saja. Atau masyarakat saja, atau pemerintah saja,” terangnya.

Baca Juga:Emak-emak Kompleks Rumpi, Berujung Terperosok ke Hutan Mangrove

Menurut Tien lagi, konsep kolaborasi menjadi sangat penting dalam menyikapi persoalan tersebut. Apalagi dengan keberadaan Delta Mahakam sebagai salah satu area, yang diperhitungkan untuk penurunan emisi di Kaltim.

“Deklarasi rencana aksi begini juga sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama. Beberapa pihak selama ini sering berkomunikasi, berupaya agar masalah lingkungan di Delta Mahakam bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Melibatkan masyarakat mengembalikan fungsi mangrove di Delta Mahakam memang sangat beralasan. Di kawasan tersebut, sektor perikanan adalah mata pencaharian warga Delta Mahakam. Baik itu budi daya ikan, tambak, nelayan, dan usaha olahan perikanan lainnya. Maka, misi mengembalikan fungsi hutan mangrove, jangan sampai turut mengusik aktivitas ekonomi warga.

Selama ini, praktik budi daya dan tambak di Delta Mahakam memang kurang bersahabat dengan lingkungan. Ketidaberdayaan masyarakat setempat terhadap informasi, membuat pola lama bertahan turun-temurun.

Silvofishery, melakukan budidaya sekaligus knservasi. [Indofishery]
Silvofishery, melakukan budidaya sekaligus knservasi. [Indofishery]

2. Berjalan Seimbang dengan Metode Silvofishery

Baca Juga:Viral Wanita Dadah-dadah Berujung Terperosok ke Hutan Mangrove, 'Malunya sampai Ubun-ubun'

Belakangan, kesadaran akan pentingnya mangrove, termasuk bagi usaha budi daya sendiri, memunculkan pola budi daya ramah lingkungan. Dikenal dengan silvofishery. Metode silvofishery menekankan paradigma budi daya ikan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini