Mangrove Delta Mahakam yang Berkurang 3 Ribu Hektare Per Tahun

Pentingnya Mangrove di Delta Mahakam, berjalan seimbang dengan metode Silvofishery.

Denada S Putri
Rabu, 28 Juli 2021 | 10:53 WIB
Mangrove Delta Mahakam yang Berkurang 3 Ribu Hektare Per Tahun
Salah Satu Solusi Deforestasi, Tambak Berkelanjutan, Silvofishery. [Istimewa]

Dengan pola ini, budi daya dimulai dengan membuat saluran air yang mengelilingi tambak dengan tumbuhan mangrove ditanam di tengahnya. Ada pula yang berupa tambak dibuat selang-seling dengan lahan mangrove. Dengan pola itu pun, terjadi keterpaduan antara tumbuhan (silvo) dengan hewan (fishery). Kombinasi itu juga yang membuat metode tersebut dikenal dengan nama silfovishery.

“Sudah beberapa orang betul-betul melaksanakan metode ini di Delta Mahakam dan bisa merasakan dampaknya,” terang Ahmad Nuriyawan, ketua Yayasan Mangrove Lestari.

Angga, sapaan akrabnya, menyebut penerapan silfovishery tak bisa begitu saja diikuti pembudi daya lain. Apalagi hal ini juga menyangkut perubahan perilaku. “Dan itu sangat berat, sehingga butuh proses panjang,” lanjutnya.

Tanam Bakau. [Antaranews.com]
Tanam Bakau. [Antaranews.com]

3. Deklarasi Kesepakatan Dilakukan Untuk Budi Daya

Baca Juga:Emak-emak Kompleks Rumpi, Berujung Terperosok ke Hutan Mangrove

Pola pendekatan melalui edukasi pun dilakukan terhadap pembudi daya setempat. Deklarasi pada Senin itu pun diikuti Rencana Aksi Bersama Tingkat Bentang Lahan. Yang salah satu misinya, yakni memberi kesadaran pentingnya mangrove untuk usaha perikanan yang dijalankan.

Mangrove secara alami mampu menyerap polutan, juga sebagai filterisasi perairan. Praktis kehadirannya mereduksi polutan dan menambah kesuburan perairan selama dijalankan dengan manajemen tepat dalam hal tata letak.

“Dengan ini kami berharap bisa mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan. Pembangunan yang mendukung kehidupan generasi sekarang dan akan datang, tanpa membahayakan sistem lingkungan yang mempengaruhi semua kehidupan,” urainya.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Lahan, Dinas Kehutanan Kaltim, Joko Istanto, menyatakan dukungan pemerintah atas upaya yang tengah digulirkan untuk menyelamatkan Delta Mahakam. Diharapkan, lahan mangrove yang terus terdegradasi, bisa puluh dan keluar dari status lahan kritis.

“Pemprov Kaltim sejak 2019 sebenarnya mulai melaksanakan rehabilitasi mangrove. Dari Delta Mahakam hingga ke Paser, PPU (Penajam Paser Utara), Babulu—walau pun skalanya tidak luas,” terang Joko pada kesempatan sama.

Baca Juga:Viral Wanita Dadah-dadah Berujung Terperosok ke Hutan Mangrove, 'Malunya sampai Ubun-ubun'

Padat Karya Penanaman Mangrove Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional. [Media Indonesia]
Padat Karya Penanaman Mangrove Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional. [Media Indonesia]

4. Pemulihan Ekonomi Nasional

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini