Para Ahli Ungkap Bahaya yang Muncul Akibat Virus Corona Varian Delta Plus

Kata CDC, varian Delta yang diketahui saat ini lebih menular dari virus yang menyebabkan MERS, SARS, Ebola, flu biasa, flu musiman, dan cacar.

Denada S Putri
Senin, 02 Agustus 2021 | 08:16 WIB
Para Ahli Ungkap Bahaya yang Muncul Akibat Virus Corona Varian Delta Plus
Ilustrasi Covid-19 di Amerika Serikat [Foto: New York Time]

SuaraKaltim.id - Virus corona varian delta plus masih menjadi pembicaraan global. Sama seperti induk variannya - delta, keduanya disebut mampu bertransmisi antartubuh manusia dengan cepat. 

Pertanyaannya kini, mana yang lebih cepat menular, virus corona varian delta atau delta plus?

Di Indonesia, Ketua Tim Mitigasi Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prof. Zubairi Djurban mengatakan belum ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut.

"Sebab datanya masih sedikit. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) masih memasukkan informasi Delta Plus ke kelompok Delta. Demikian pula WHO, yang belum jelas menyatakan Delta Plus ini lebih berbahaya atau menular," kata prof Zubairi dikutip dari cuitannya di Twitter pribadi, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga:Bukan Cuma Jawa Bali, IDI Sumsel Laporkan Tempat Tidur RS Covid-19 Hampir Penuh

Belum banyak informasi mengenai varian delta plus tersebut. Termasuk terkait apakah delta plus bisa menembus pertahanan orang yang mempunyai antibodi alami atau yang telah divaksinasi.

Ilustrasi Covid-19.(Freepik.com)
Ilustrasi Covid-19.(Freepik.com)

Pada varian delta 'asli', penurunkan efikasi vaksin terkonfirmasi bisa terjadi ,jika seseorang terinfeksi virus tersebut. Namun, hal serupa belum diketahui pada varjan delta plus.

Profesor Zubairi mencontohkan seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Dimana negeri Paman Sam tersebut kembali alami lonjakan kasus positif Covid-19, padahal sekitar 50 persen lebih populasinya sudah divaksinasi Covid-19.

"Apakah naiknya kasus Covid-19 di Amerika karena Delta Plus? Belum ada informasi soal itu. Yang jelas, varian Delta yang diketahui saat ini lebih menular dari virus yang menyebabkan MERS, SARS, Ebola, flu biasa, flu musiman, dan cacar. Demikian kata CDC," ucapnya.

Daripada itu, menurut prof Zubairi, kebanyakan ilmuwan sebenarnya khawatir jika varian delta plus bisa mengganggu pengobatan untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan terapi obat antibodi monoklonal.

Baca Juga:IDI Malang Buka Layanan Konsultasi Gratis Bagi Pasien Isoman, Begini Caranya

"Antibodi monoklonal ini bagus banget dan bisa selamatkan nyawa pasien Covid-19. Sebab itu, obat ini mendapat izin emergency use authorization. Nah, varian Delta Plus ini dikhawatirkan tidak mempan dengan obat antibodi monoklonal sehingga akan mengurangi hasil pengobatannya," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini