Oximeter Dikatakan Kurang Akurat Pada Orang Kulit Cokelat dan Hitam

Situs web NHS telah diperbarui dengan klarifikasi untuk pengguna oximeter yang memiliki kulit gelap.

Denada S Putri
Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:59 WIB
Oximeter Dikatakan Kurang Akurat Pada Orang Kulit Cokelat dan Hitam
pulse oximeter di rumah (Freepik)

SuaraKaltim.id - Oximeter menjadi salah satu perangkat yang mesti dimiliki pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Tapi, panduan resmi NHS tentang penggunaan oximeter diubah untuk penggunaan monitor oksigen darah. Keputusan itu diambil setelah ditemukan fakta, bahwa mereka mungkin tidak seakurat ketika digunakan pada orang kulit hitam dan etnis minoritas.

Menurut NHS England dan Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA), oximeter dapat melebih-lebihkan jumlah oksigen pada orang yang memiliki warna kulit lebih dalam.

Situs web NHS telah diperbarui dengan klarifikasi untuk pengguna oximeter yang memiliki kulit gelap.

Baca Juga:Wali Kota Malang Minta Bantuan Seribu Oximeter dari Crazy Rich

Bunyinya: “Ada beberapa laporan (oximeter) mungkin kurang akurat jika memiliki kulit cokelat atau hitam. Mereka mungkin menunjukkan pembacaan yang lebih tinggi dari tingkat oksigen dalam darah.

“Anda masih harus menggunakan oksimeter denyut Anda jika Anda telah diberikan satu. Yang penting adalah memeriksa kadar oksigen darah Anda secara teratur untuk melihat apakah pembacaan Anda turun.”

NHS juga mengatakan bahwa perubahan dalam pembacaan oximeter biasa harus dicatat dari waktu ke waktu - bukan hanya pembacaan pertama yang diperhitungkan.

Panduan tersebut menyatakan: "Dengan melihat perubahan dalam pembacaan dan bukan hanya satu pembacaan, itu berarti bahwa meskipun oksimeter tidak sepenuhnya akurat, masih mungkin untuk melihat apakah kadar oksigen turun."

Itu terjadi setelah sejumlah besar orang kulit hitam, Asia, dan etnis minoritas meninggal karena Covid-19 selama pandemi.

Baca Juga:Catat! Ini Cara Bedakan Oximeter Asli atau Palsu

Dr Habib Naqvi, direktur NHS Race and Health Observatory, mengatakan bahwa kekhawatiran tentang keandalan oximeter ketika digunakan pada orang dengan warna kulit yang lebih dalam telah meningkat selama beberapa waktu.

“Kami memiliki semakin banyak bukti yang menyoroti inkonsistensi dalam pembacaan oximeter denyut nadi di antara mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap,"katanya

“Itu tidak dapat dan tidak boleh diabaikan, terutama selama pandemi Covid saat ini yang secara signifikan memiliki dampak yang tidak proporsional pada orang kulit hitam dan etnis minoritas,” pungkasnya mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini