facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengenal Wisata Pemancingan Air Asin Pertama di Balikpapan, Kampung Nelayan Berdasi

Denada S Putri Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:24 WIB

Mengenal Wisata Pemancingan Air Asin Pertama di Balikpapan, Kampung Nelayan Berdasi
Suasana pemancingan di Kampung Nelayan Berdasi, Balikpapan Barat. [Presisi.co]

Destinasi wisata ini berawal dari keinginan mengubah kawasan yang dinilai jauh dari perkotaan, menjadi sebuah tempat yang ramai didatangi pengunjung.

SuaraKaltim.id - Potensi tempat wisata di Balikpapan beberapa tahun belakangan terus berkembang. Salah satunya adalah Kampung Nelayan Berdasi yang terletak di Kariangau, Balikpapan Barat.

Kampung Nelayan Berdasi menawarkan jenis wisata yang cukup unik, yaitu pemancingan air asin. Namun, pemancingan seluas 2 hektare itu belum sempat dipromosikan. Karena kemunculannya beberapa bulan sebelum pandemi.

Untuk dapat berkunjung ke Kampung Nelayan Berdasi, wisatawan perlu menempuh satu jam perjalanan dari pusat Kota Balikpapan. Hanya perlu mengikuti jalan menuju Pelabuhan Feri Kariangau, tepat di depan perusahaan Petrosea, nantinya wisatawan bisa melihat papan petunjuk untuk menuju lokasi pemancingan.

Pengelola kawasan rekreasi Kampung Nelayan Berdasi, Murdianto Handoko menyebut, destinasi wisata ini berawal dari keinginan mengubah kawasan yang dinilai jauh dari perkotaan, menjadi sebuah destinasi yang ramai didatangi pengunjung.

Baca Juga: Pemkot Balikpapan Tutup Klinik yang Diduga Berikan Surat PCR Palsu

Uniknya, pemilihan nama Kampung Nelayan Berdasi berdasarkan latar belakang pekerja di kampung tersebut.

"Ditambah kata berdasi agar kesannya nelayan itu bukan pekerjaan rendahan. Nelayan juga bisa berdasi. Jadi, wisatawan yang masuk akan kami beri dasi. Ini sebagai tanda berapa banyak wisatawan yang datang," terangnya, disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Minggu (8/8/2021).

Pembangunan destinasi wisata ini dimulai sejak 2018 lalu. Di sana, kolam pemancingan terbagi menjadi dua area. Yaitu area dengan kedalaman 2 meter berisi kakap, kerapu dan ikan lainnya.

"Kemudian area lainnya sebagai tempat desalinasi ikan air tawar menjadi ikan air asin seperti nila," katanya.

Tidak hanya itu, Kampung Nelayan Berdasi juga menawarkan pondok terapung yang muat untuk delapan orang. Beda dari lainnya, pondok apung di sini benar-benar mengapung dan tidak dicor di dasar pemancingan. Di sisi lain, disediakan pula pelataran yang bisa disewa wisatawan dengan harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu. Wisatawan sudah bisa mendapat akses ke dapur yang disediakan.

Baca Juga: Kunjungi Balikpapan, Kapolri: Saya Sarankan Masyarakat Pindah ke Tempat Isolasi Terpadu

"Wisatawan bisa bawa makanan sendiri lalu dimasak di sini, atau kami yang memasak juga bisa," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait