alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Balikpapan Alokasikan Rp 65 Miliar bagi Penanganan COVID-19 pada 2022

Tasmalinda Sabtu, 28 Agustus 2021 | 15:07 WIB

Balikpapan Alokasikan Rp 65 Miliar bagi Penanganan COVID-19 pada 2022
Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kalangan legislatif mengungkapkan alokasi ini diberikan sesuai dengan instruksi Mendagri.

SuaraKaltim.id - Kalangan legislatif Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menyisihkan anggaran sebanyak Rp 65 miliar guna penanggulangan wabah COVID-19 di. Alokasi ini disisihkan dari Anggaran Pendapatan dan Belajar Daerah (APBD) Kota Balikpapan pada tahun depan.

“Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri, anggaran penanganan wabah COVID-19 tetap harus disiapkan,” kata Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh di Balikpapan menyadur dari ANTARA, Sabtu (27/8/2021).

Dalam Surat Edaran Mendagri Tito Karnavian mengirimkan instruksi kepada pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi se Indonesia.

Anggaran dana untuk penanganan wabah COVID-19, itu dimasukkan dalam mata anggaran dana tidak terduga (DTT). Besaran alokasi yang diinstruksikan sebesar 5 persen dari total jumlah APBD.

Baca Juga: Kasus Kesembuhan Covid-19 di Kaltim Terus Meningkat, Hari Ini Ada 1.267

Dengan Rencana APBD 2022 sebesar Rp1,3 triliun, maka Balikpapan menyisihkan Rp 65 miliar untuk penanganan COVID-19.

Menurut Abdulloh, dana tersebut, sesuai judul mata anggarannya, disiapkan guna kebutuhan mendadak dan darurat.

Dengan adanya mata anggaran terpisah untuk penanganan COVID-19 maka kebutuhan dana penanganan COVID-19 tidak lagi mengganggu pos-pos dana-dana yang dibutuhkan untuk pembangunan lainnya.

“Jadi kita tidak perlu lagi refocusing, atau menyisihkan di sana-sani dari anggaran yang ada,” lanjut Abdulloh.

Proses refocusing dengan menyisir satu per satu mata anggaran adalah proses yang membutuhkan ketelitian dan kejelian penghitungan ulang, dan benar-benar memakan waktu dan tenaga untuk melakukannya.

Baca Juga: Covid-19 di Kaltim Bertambah 637 Kasus, Angka Sembuh Juga Meningkat Sebanyak 889

Saat ini, di Balikpapan tren jumlah pasien positif menurun dan jumlah warga yang divaksin mencapai 30 persen lebih atau hampir 200 ribu orang dari 600 ribu penduduk.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait